[kalau aku direnggur oleh maut nanti, jelas aku akan tinggalkan segalanya yang berbau materi, bukan? dan yang akan aku bawa sertaku hanyalah rohku saja. ya, rabbi…bimbinglah aku selalu dalam pengembaraan ini ..]
Thursday, November 19, 2009
PROSA PUITIKA-18
[kalau aku direnggur oleh maut nanti, jelas aku akan tinggalkan segalanya yang berbau materi, bukan? dan yang akan aku bawa sertaku hanyalah rohku saja. ya, rabbi…bimbinglah aku selalu dalam pengembaraan ini ..]
Tuesday, November 17, 2009
PROSA PUITIKA-17
Wednesday, October 28, 2009
PROSA PUITIKA 16
PUISI BULANAN-44: KABLAKI
*) KABLAKI
disanalah aku berakar
disanalah aku bertunas
disanalah aku menjulurkan kuncup-kuncupku
--
Oktober 2009
*) Sebuah gunung di Timor-Leste
disanalah aku berakar
disanalah aku bertunas
disanalah aku menjulurkan kuncup-kuncupku
--
Oktober 2009
*) Sebuah gunung di Timor-Leste
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 110
*) Nasehat sang Guru: Sehat pikiran, sehat hati, dan sehat tubuh! Tiga hal mutlak yang perlu kita jaga selama hayat masih dikandung badan. Untuk menjaga dan mengolah pikiran, kita mesti banyak membaca dan berdiskusi, dan untuk menghaluskan hati, kita mesti banyak menikmati seni dan larut dalam perenungan akan Zat Maha Agung, dan untuk menyegarkan tubuh, kita mesti banyak berolah-raga.
*) Kecerdasan pikiran, kecerdasan pikiran, dan kecerdasan sukma (IQ,EQ dan SQ) sangat dibutuhkan dalam melangkah di belantara kehidpan kita ini, bukan?
*) Kecerdasan pikiran, kecerdasan pikiran, dan kecerdasan sukma (IQ,EQ dan SQ) sangat dibutuhkan dalam melangkah di belantara kehidpan kita ini, bukan?
Monday, October 26, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 109
*)Jangan takut! Jangan cemas! Ikutilah terus bisikan batinmu. Yakinlah bahwa batinmu tak pernah akan mendustaimu.
Saturday, August 22, 2009
PUISI BULANAN-43: AGAR AKU HADAPI TANTANGAN JAMAN
AGAR AKU HADAPI TANTANGAN JAMAN
tuhan, aku tak pinta banyak hal
kuatkanlah akalku
tajamkanlah hatiku
tegarkan tubuhku
senantiasa
agar aku
hadapi
tantangan jaman
--
Agustus 2009
tuhan, aku tak pinta banyak hal
kuatkanlah akalku
tajamkanlah hatiku
tegarkan tubuhku
senantiasa
agar aku
hadapi
tantangan jaman
--
Agustus 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 108
*Jarak antara sang Guru dan sang Murid sebetulnya tak ada sama sekali.
*)Karya sastra besar di belahan manapun di dunia ini selalu bernuansa dan berdimensi
spritual. Itu bukanlah hal yang baru.
*)Kita harus kaya dalam tiga hal: kaya otak, kaya hati dan kaya tubuh (materi). Setelah kaya, kita harus beramal, bukan?
*)Karya sastra besar di belahan manapun di dunia ini selalu bernuansa dan berdimensi
spritual. Itu bukanlah hal yang baru.
*)Kita harus kaya dalam tiga hal: kaya otak, kaya hati dan kaya tubuh (materi). Setelah kaya, kita harus beramal, bukan?
Wednesday, August 12, 2009
PUISI BULANAN-42: "DOA MAMA"
Tuesday, August 11, 2009
PROSA PUITIKA-14
Friday, August 7, 2009
PUISI BULANAN-41:"BAHASA RUH"
Friday, July 31, 2009
PUISI BULANAN-40: "SUARA ITU"
Tuesday, July 28, 2009
PROSA PUITIKA-13
PROSA PUITIKA-12
PROSA PUITIKA-11
Saturday, July 25, 2009
PUISI BULANAN 39: "DI PANTAI INI KEMBALI AKU BERDIRI"
Friday, July 24, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 107
[ Sebulan penuh aku mengembara di pelabuhan lain....Aku hadir lagi disini. Aku hadir untuk menyapa sesama pengembara...]
*) Dunia Timur dengan ketulusan hatinya menawarkan oasis peradaban, tapi dunia Barat kadang dengan kecongkakan otaknya menolak hal itu. Akhirnya timbul ketegangan. Kapan drama inia akan berakhir?
*) Para seniman (baca: penyair) selalu bergulat dengan bahasa ruh. Itu merupakan pergulatan yang tak berkesudahan.
*) Bunda adalah batu karang. Diterpa badai, dan ombak di tengah laut. Bunda tetap kokoh berdiri, jadi saksi bisu—memandang tingkah anak-anaknya yang aneh.
*) Kalau tanpa adanya siraman hujan pada tanah datar, mana mungkin akan berkuncup tumbuh-tumbuhan hijau? Demikian pun seorang anak. Kalau tanpa benih seorang ayah, mana mungkin dia bisa lahir di dunia? [merenungi kata-kata Ama Andresa-19-7-2009]
*) Perdamaian akan tiba lagi suatu saat, setelah adanya pertikaian yang berkepanjangan di antara kita. Kita akan bercucur lagi air-mata haru dan saling berpelukan, penuh persaudaraan.
*) Pentingnya bagi kita untuk senantiasa belajar dari sejarah masa lalu kita agar kita tidak jatuh lagi pada lubang kesalahan yang sama.
*) Api telah merambah dimana-mana. Haruskah aku tampil menjadi bensin, dan membiarkan diriku untuk disiram pada api sehingga menjadi besar, ataukah menjadi air?
*) Aku rapuh di hadapanMu. Aku lalai senantiasa. Hukumlah aku sesuai kehendakMu. Dengan demikian aku kembali ke jalan yang benar.
*) Dunia Timur dengan ketulusan hatinya menawarkan oasis peradaban, tapi dunia Barat kadang dengan kecongkakan otaknya menolak hal itu. Akhirnya timbul ketegangan. Kapan drama inia akan berakhir?
*) Para seniman (baca: penyair) selalu bergulat dengan bahasa ruh. Itu merupakan pergulatan yang tak berkesudahan.
*) Bunda adalah batu karang. Diterpa badai, dan ombak di tengah laut. Bunda tetap kokoh berdiri, jadi saksi bisu—memandang tingkah anak-anaknya yang aneh.
*) Kalau tanpa adanya siraman hujan pada tanah datar, mana mungkin akan berkuncup tumbuh-tumbuhan hijau? Demikian pun seorang anak. Kalau tanpa benih seorang ayah, mana mungkin dia bisa lahir di dunia? [merenungi kata-kata Ama Andresa-19-7-2009]
*) Perdamaian akan tiba lagi suatu saat, setelah adanya pertikaian yang berkepanjangan di antara kita. Kita akan bercucur lagi air-mata haru dan saling berpelukan, penuh persaudaraan.
*) Pentingnya bagi kita untuk senantiasa belajar dari sejarah masa lalu kita agar kita tidak jatuh lagi pada lubang kesalahan yang sama.
*) Api telah merambah dimana-mana. Haruskah aku tampil menjadi bensin, dan membiarkan diriku untuk disiram pada api sehingga menjadi besar, ataukah menjadi air?
*) Aku rapuh di hadapanMu. Aku lalai senantiasa. Hukumlah aku sesuai kehendakMu. Dengan demikian aku kembali ke jalan yang benar.
Thursday, June 25, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 106
[Kembali aku hadir di blog setelah sebulan lamanya aku ‘berlabuh di pelabuhan lain’…….]
*) Jalan kehidupan penuh dakian, dan berliku-liku. Sebagai seorang pejalan ‘jauh’ alias seorang pengembara, tentu aku mengalami kelelahan tiap kali. Kadangkala muncul keinginan untuk menghentikan saja perjalanan ini sebelum aku mencapai tujuan. Inikah yang disebut “kalah sebelum bertanding?”
*) Dibutuhkan kejujuran pada diri kita sendiri setiap waktu kita beraksi dan berlaku.
*) Kebohongan kita terhadap kebenaran akan membuat batin kita senantiasa terusik. Kita tidak merasa tenang dan tentram. Itu sudah pasti.
*) Jalan kehidupan penuh dakian, dan berliku-liku. Sebagai seorang pejalan ‘jauh’ alias seorang pengembara, tentu aku mengalami kelelahan tiap kali. Kadangkala muncul keinginan untuk menghentikan saja perjalanan ini sebelum aku mencapai tujuan. Inikah yang disebut “kalah sebelum bertanding?”
*) Dibutuhkan kejujuran pada diri kita sendiri setiap waktu kita beraksi dan berlaku.
*) Kebohongan kita terhadap kebenaran akan membuat batin kita senantiasa terusik. Kita tidak merasa tenang dan tentram. Itu sudah pasti.
Friday, May 29, 2009
CATATATAN SEORANG PENGEMBARA 105
*)Yesus dimataku adalah seorang revolusioner sejati. Revolusinya tak lain dan tak bukan adalah membangkitkan kesadaranku untuk tetap menyalakan api cinta kasih dalam sanubariku sebagai seorang manusia lemah yang mudah jatuh ke dalam pelukan kesalahan. Revolusinya tak berkesudahan; tak lapuk dimakan jaman.
*) Yesus adalah seorang guru rohani. Kata-katanya menukik dan melambung. Sebagai seorang muridnya yang bandel, aku hanyalah sekedar mengutip kata-katanya dan mengulanginya senantiasa dalam gerak tingkah lakuku.
*) Yesus adalah seorang guru rohani. Kata-katanya menukik dan melambung. Sebagai seorang muridnya yang bandel, aku hanyalah sekedar mengutip kata-katanya dan mengulanginya senantiasa dalam gerak tingkah lakuku.
Wednesday, May 13, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 104
*) Kita diminta untuk menjadi pengamat dan sekaligus pelaku dalam gerak tingkah-laku kehidupan. Di dalam lingkaran tingkah laku,kita bermain di dalamnya sebagai pelaku, dan kitapun harus cepa-cepat, pada setiap saat, ke pinggir untuk menjadi pengamat.
PROSA PUITIKA-10
Seperti tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan air, tanah subur, mata hari dan udara segar demi mengembangkan tunasnya, hidup, dan menjulurkan ranting, dan cabang-cabangnya; demikian pun aku: sebagai seorang anak, aku sangat membutuhkan cinta dan perhatian dari orang-tua serta sanak keluarga yang lain demi pertumbuhan tubuh dan jiwaku, dan kemudian siap menjalani perjalanan hidup kita yang penuh zig-zag ini.
Tuesday, May 12, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 103
*) Hukum karma senantiasa berlaku. Kita harus berhati-hati dalam bertingkah dan berlaku. Tapi, sebagai manusia, kita selalu jatuh, dan jatuh lagi. Semoga dari pengalaman jatuh tersebut kita bisa memetik pelajaran berharga dalam kehidupan ini.
*) Hakim agung—hati nurani selalu lantang berbicara: menghakimi kita tanpa ampun. Kita harus tunduk pada aturan mainnya kalau kita mau selamat dalam setiap saat.
*) Menunda pekerjaan merupakan penyakit kronis yang senantiasa melanda diriku. Kapan aku harus bangkit dan melawan penyakit kronis ini?
*) Aku seringkali mudah terkecoh oleh ketagihan akan hal-hal yang sebetulnya menjerumuskan aku pada kebiasaan yang tidak baik. Setelah terjerumus barulah menyesal. Tapi, orang bilang, sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna, bukan?
*) Disiplin diri merupakan syarat mutlak untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Tanpa itu, kita hanyalah bermimpi, dan tak akan mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan.
*) Hakim agung—hati nurani selalu lantang berbicara: menghakimi kita tanpa ampun. Kita harus tunduk pada aturan mainnya kalau kita mau selamat dalam setiap saat.
*) Menunda pekerjaan merupakan penyakit kronis yang senantiasa melanda diriku. Kapan aku harus bangkit dan melawan penyakit kronis ini?
*) Aku seringkali mudah terkecoh oleh ketagihan akan hal-hal yang sebetulnya menjerumuskan aku pada kebiasaan yang tidak baik. Setelah terjerumus barulah menyesal. Tapi, orang bilang, sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna, bukan?
*) Disiplin diri merupakan syarat mutlak untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Tanpa itu, kita hanyalah bermimpi, dan tak akan mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan.
Monday, May 11, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 102
*) Tubuh kita ibarat sebuah mesin. Perlu istirahat. Jika mesin itu berputar melebihi kekuatannya, ia akan cepat rusak. Kita bertanggung jawab untu selalu menjaga kebugaran tubuh kita. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi, kalau bukan setiap saat, kapan lagi?
*) Kita harus pandai-pandai menantang kebiasaan buruk yang membawa akibat fatal terhadap diri kita. Untuk melakukan hal itu dibutuhkan sebuah disiplin mental yang tangguh.
*) Kita harus pandai-pandai menantang kebiasaan buruk yang membawa akibat fatal terhadap diri kita. Untuk melakukan hal itu dibutuhkan sebuah disiplin mental yang tangguh.
Tuesday, April 14, 2009
Wednesday, April 8, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 101
*) Peringatan! Peringatan! Tulislah tentang hal-hal kecil, hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-harimu dengan sungguh-sungguh. Tangkaplah nafas jiwanya dengan penamu. Setelah itu, janganlah kau simpan tulisan itu hanya untuk dirimu sendiri. Sebaiknya tulisan-tulisan itu ditawarkan dan dibagikan kepada teman-temanmu dan orang-orang lain yang tidak kau kenal. Biarlah tulisan-tulisanmu itu tampil sebagai santapan rohani di tengah-tengah arus badai peradaban modern.
*) Sebagai penyair sebaiknya aku hanya menangkap intisari dari segala gerak lakuku, dan sesamaku.
*) Sebagai penyair sebaiknya aku hanya menangkap intisari dari segala gerak lakuku, dan sesamaku.
Tuesday, April 7, 2009
Monday, April 6, 2009
CATATANG SEORANG PENGEMBARA 100
*)Acap kali kita tak sadar bahwa mulut kita yang lancang, lidah kita yang tak bertulang, kita ngomong tidak karuan, sungguh melukai hati sesama kita yang lain, bukan?
*) Banyak kali dalam hidup ini kita menghadapi konflik-konflik yang betul-betul menuntut adanya sebuah penyelesaian jalan tengah. Ini disebabkan, sebagaimana kita semua tahu bahwa, sikap yang bernuansa radikalisme hanyalah akan membuahkan kekacauan yang bertambah parah dimana-mana.
*) Seringkali aku harus menelan banyak kepahitan hanya karena aku memiliki sebuah tujuan untuk mengurangi ketegangan dan menciptakan keharmonisan dalam hidupku. Dengan sikap demikian, aku mendapat banyak kritikan tajam dari banyak pihak bahwa aku tak memiliki lagi integritas dan harga diri. Lalu, kalau demikian, harus bagaimana lagi aku harus bersikap?
*) Banyak kali dalam hidup ini kita menghadapi konflik-konflik yang betul-betul menuntut adanya sebuah penyelesaian jalan tengah. Ini disebabkan, sebagaimana kita semua tahu bahwa, sikap yang bernuansa radikalisme hanyalah akan membuahkan kekacauan yang bertambah parah dimana-mana.
*) Seringkali aku harus menelan banyak kepahitan hanya karena aku memiliki sebuah tujuan untuk mengurangi ketegangan dan menciptakan keharmonisan dalam hidupku. Dengan sikap demikian, aku mendapat banyak kritikan tajam dari banyak pihak bahwa aku tak memiliki lagi integritas dan harga diri. Lalu, kalau demikian, harus bagaimana lagi aku harus bersikap?
Wednesday, April 1, 2009
PROSA PUITIKA-8
Monday, March 30, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 99
*) Barang siapa dengan sengaja memotong masa lalunya, dan dibuang begitu saja, cepat atau lambat, akan mengalami krisis identitas.
*) Aku ingin terus menerus melatih diriku untuk larut dalam larutan kebijaksanaan. Itu bukanlah sebuah proses yang mudah.
*) Aku ingin terus menerus melatih diriku untuk larut dalam larutan kebijaksanaan. Itu bukanlah sebuah proses yang mudah.
Friday, March 27, 2009
PUISI BULANAN-37: "SI VIS PACEM,PARA BELUM"
*) SI VIS PACEM, PARA BELUM
Negeri Buaya ini--sebuah negeri sakral
Negeri ini milik kami
Janganlah injak kepala kami
Janganlah memborgol pikiran kami
di atas tanah datar negeri ini
Kalau mau berperang, ayo kita berperang!
Kalau mau berdamai, kami siap sedia!
--
Maret 2009
*)Ungkapan bahasa Latin yang artinya “jika mau damai, bersiaplah berperang”. Puisi ini diterjemahakan dari karya aslinya dalam bahasa Tétum.
Thursday, March 26, 2009
Wednesday, March 25, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 98
*) Pengalaman tanpa adanya perenungan yang mendalam terhadapnya hanyalah akan merupakan sebuah onggokan kenangan yang tak bermakna.
*) Keadilan hanya akan tampil memetik kejayaannya di kemudian hari. Entah mau atau tidak, pada mulanya keadilan akan mengalami penderitaan yang sangat parah.
*) Kita harus belajar dari sejarah. Itu harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.
*) Keadilan hanya akan tampil memetik kejayaannya di kemudian hari. Entah mau atau tidak, pada mulanya keadilan akan mengalami penderitaan yang sangat parah.
*) Kita harus belajar dari sejarah. Itu harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.
Tuesday, March 24, 2009
PROSA PUITIKA 6
Monday, March 23, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 97
*) Sudah pasti batin kita senantiasa tidak dalam keadaan tentram bila kita melakukan hal-hal, yang menurut ukuran etika, tidak diterima. Kita akan mengalami kemeranaan yang sangat mendalam. Tanpa sadar kita akan selalu dihakimi oleh nurani kita, dan kita merasa seakan-akan kita dibelenggu dalam sebuah penjara..
Friday, March 20, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 96
*) Tugas sastra adalah senantiasa merenungi masa lampau, masa kini dan hari esok. Tugas sastra pun semata memungut dan menyusun kembali hal-hal yang dianggap telah usang, dan menjadikannya baru. Dengan kata lain, tugas sastra juga boleh dikatakan sebagai berikut: melakukan tugas 2R (reuse & recycle).
*) Kegelapan senantiasa menanti setiap saat. Tugas kita adalah menyalakan obor kita masing-masing dan merangkul kegelapan dengan segala kepenuhan hati.
*) Apabila masing-masing keluarga Timor-Leste sudah mampu menyetel ‘instrumen-instrumen musik’nya dalam kehidupannya sesuai dengan standar yang ada, maka sudah pasti akan terciptalah sebuah orkes simfoni “ipoleksosbudhankamnas” yang memukau di bumi Lafaek ini. Jika tidak, maka bangsaku ini akan mengalami ketinggalan di segala bidang.
*) Kegelapan senantiasa menanti setiap saat. Tugas kita adalah menyalakan obor kita masing-masing dan merangkul kegelapan dengan segala kepenuhan hati.
*) Apabila masing-masing keluarga Timor-Leste sudah mampu menyetel ‘instrumen-instrumen musik’nya dalam kehidupannya sesuai dengan standar yang ada, maka sudah pasti akan terciptalah sebuah orkes simfoni “ipoleksosbudhankamnas” yang memukau di bumi Lafaek ini. Jika tidak, maka bangsaku ini akan mengalami ketinggalan di segala bidang.
Tuesday, March 17, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 95
*) “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, kata pepatah. Sejauh manakah kita bisa menyembunyikan kebobrokan kita?
Saturday, March 14, 2009
PUISI BULANAN-36 : "O ULTIMO DESEJO DE UM POETA"
*) O ÚLTIMO DESEJO DE UM POETA
Aku harus mundur dari peredaran
Aku harus mundur dari lingkaran
Dan pergi menjauh
Dari jauh aku ingin terus menatap segala tingkah
dan terus bernyanyi
hingga tak sanggup lagi aku bernyanyi
--
Desember 2008-Maret 2009
*) Dalam bahasa Portugis artinya “Keinginan terakhir seorang penyair”
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 94
*) Sabar itu subur, kata orang bijak. Kita dituntut untuk sabar dalam segala gerak tingkah laku kita kalau memang kita tetap ingin menjaga keharmonisan dalam perjalanan hidup ini.
*) Kita mudah berjanji bukan? Sejauh manakah kita berkomitmen untuk menepati janji-janji yang kita ucapkan itu?
*) Kita mudah berjanji bukan? Sejauh manakah kita berkomitmen untuk menepati janji-janji yang kita ucapkan itu?
Friday, March 13, 2009
PUISI BULANAN-35: "KAMI TAK MAU DIAM"
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 93
*)Apabila akar-akar sebatang pohon tidak kuat tertancap dengan tanah, bagaimana mungkin pohon tersebut dapat bertahan menghadapi terpaan angin kencang? Demikian pula dengan sebuah bangsa. Apabila sebuah bangsa tidak berpegang teguh pada akar tradisinya, bagaimana mungkin bangsa yang bersangkutan bisa bertahan menghadapi tantangan jaman?
Wednesday, March 11, 2009
PUISI BULANAN 34: " NYANYIAN ORANG KALAH"
NYANYIAN ORANG KALAH
Akulah yang dicap si perusuh
Akulah yang dicap si pengacau
Akulah yang dicap si pemberontak
Aku dimanfaatkan oleh semua orang
demi kepentingan bangsa
Aku mudah jatuh pada pelukan permainan mereka
Baiklah, aku pergi dan beristirahat dengan tenang
Dengan demikian kedamaian akan tercipta
Namun sejarah nantinya sudah pasti akan mencatat,
siapa sesungguhnya kita-kita ini
--
Pulau Dewata, Pebruari 2009
Sunday, February 22, 2009
PUISI BULANAN 33: PANTAI PASIR PUTIH--"ARREIA BRANCA DILI"
Tuesday, February 10, 2009
PROSA PUITIKA-5
Monday, February 9, 2009
PUISI BULANAN-32-II: "THE ROAD LESS TRAVELLED BY"
THE ROAD LESS TRAVELLED BY
kita sudah pasti akan berpisah
jalan yang kutempuh—sunyi, penuh duri
aku berjalan seorang diri
pada akhirnya kita bakal bertemu lagi
pada akhirnya aku pasti tak akan malas
menuturkan selaksa kisah
--
Pebruari 2009
*)Isi puisi diterjemahkan dari karya aslinya, yang ditulis dalam bahasa Tetum.
PUISI BULANAN-32: "BERGURU PADA ALAM"
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 92
*) Penyair harus menggali dan menemukan kata-kata. Ia harus menemukan bentuk ucapannya yang khas.
Thursday, February 5, 2009
PUISI BULANAN-31: "OS SONHOS DOS POETAS LOUCOS"
*)OS SONHOS DOS POETAS LOUCOS
Impian para penyair berjejar dan saling merentangkan tangannya
Impian para penyair ber-bidu dan ber-tebe mengitari buana
dengan suka cita
Impian para penyair membangunkan aku,
dan khayalak yang masih dalam lelap tidur
--
Pebruari 2009
*)IMPIAN-IMPIAN PARA PENYAIR GILA
Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
“Bidu” merupakan tarian yang diperagakan oleh laki-laki.
“Tebe” merupakan tarian yang diperagakan oleh baik perempuan dan laki-laki.
Wednesday, February 4, 2009
PROSA PUITIKA-4
Tuesday, February 3, 2009
PROSA PUITIKA -3
Monday, February 2, 2009
PROSA PUITIKA-2
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 91
*) Kerinduan akan diri-Nya merupakan sebuah kerinduan abadi.
*) Catatlah catatan kehidupanmu serapi mungkin!
*) Catatlah catatan kehidupanmu serapi mungkin!
Friday, January 30, 2009
PROSA PUITIKA-1
Thursday, January 29, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 90
*) Sehari aku tak menulis, dan tidak terlibat dalam aktivitas perenungan puitis sebagai seorang penyair, rasanya hidup ini terasa hambar sekali. Aku merasa adanya kehampaan dan keresahan yang sangat mendalam.
*) Menjadi penyair merupakan sebuah ‘kutukan’ dan sekaligus sebuah ‘anugrah’?
*) Menjadi penyair merupakan sebuah ‘kutukan’ dan sekaligus sebuah ‘anugrah’?
Tuesday, January 27, 2009
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 89
*) Aku tak mau diborgol, aku tak mau bungkam, dan aku ingin terbang lintasi angkasa sunyata.
*)Perempuanku, kau adalah tulang igaku sendiri, bersamamu aku melihat sinar terang dunia, bersamamu aku tapaki lorong-lorong sunyi, bersamamu aku cicipi kemanisan dan kepahitan jagat.
*) Kita bertatap, kita bercermin, kita temukan siapa sebenarnya kita.
*) Bersama angin kita terbang, tinggalkan bayangan.
*) Dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan, demikian kata pepatah.Dalam pertemuan ada tawa ria, dalam perpisahan ada airmata.
*) Kawan adalah satu jiwa dalam dua badan, kata orang bijak. Kawan sejati adalah segala. Ia menghibur di kala duka. Ia tampil menjadi balsem, sembuhkan luka-luka.
*)Perempuanku, kau adalah tulang igaku sendiri, bersamamu aku melihat sinar terang dunia, bersamamu aku tapaki lorong-lorong sunyi, bersamamu aku cicipi kemanisan dan kepahitan jagat.
*) Kita bertatap, kita bercermin, kita temukan siapa sebenarnya kita.
*) Bersama angin kita terbang, tinggalkan bayangan.
*) Dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan, demikian kata pepatah.Dalam pertemuan ada tawa ria, dalam perpisahan ada airmata.
*) Kawan adalah satu jiwa dalam dua badan, kata orang bijak. Kawan sejati adalah segala. Ia menghibur di kala duka. Ia tampil menjadi balsem, sembuhkan luka-luka.
PUISI BULANAN-30: "IMPIAN XANANA"
IMPIAN XANANA
Impian Xanana: tidak besar, pun tidak kecil
Sedang-sedang saja.
Xanana hanya ingin memegang erat sebatang obor,
dan menerangi tapak-tapak yang gelap
dari malam hingga pagi hari
--
Januari 2009
*) Xanana adalah pemimpin perlawanan Timor-Leste. Saat ini menduduki kursi sebagai Perdana Menteri. Aslinya, puisi ini ditulis dalam bahasa Tétum.
Friday, January 23, 2009
PUISI BULANAN-29 "AKULAH MUSAFIR"
Thursday, January 22, 2009
PUISI BULANAN-28:"TAPA DI AWAL TAHUN, PINTU RUMAHMU, GLORIA IN EXELCIS DEO"
TAPA DI AWAL TAHUN
aku menggigil
cemas menyelimuti
nafasMu hangat
semburkan aroma
aku pun lega
dan melangkah lagi
--
2007
PINTU RUMAHMU
Pintu rumahMu senantiasa lebar terbuka
Aku sajalah yang kadang malas memasukinya
dan meghirup udara disitu
--
2007
GLORIA IN EXCELCIS DEO
Kaulah Suci
Kaulah Maha
Kaulah segala:
Kaulah Alpha,
Kaulah Omega
Basuhlah luka-luka
--
2007
Tuesday, January 20, 2009
PUISI BULANAN-27: "AKU INGIN MENGEJAR IMPIANKU"
Monday, January 19, 2009
PUISI BULANAN-26: "IN MEMORIAM EL COMANDANTE "CHE"
PUISI BULANAN-25: "MENGANYAM MASA DEPAN"
*) MENGANYAM MASA DEPAN
Mengibarkan bendera Luzofonia di tanah ini berarti,
kami inigin menentukan
batas laut, darat dan udara negara kami Lafaek
Kalian katakan kami orang-orang gila?
Kalian katakan kami orang-orang bodoh?
Biar, biarkanlah kami menentukan sendiri nasib kami!
Biar, biarkanlah kami menganyam sendiri masa depan kami!
--
Januari 2009
Luzofonia = Hal-hal yang berbau budaya Portugis
Lafaek = Buaya (menurut dongeng, pulau Timor merupakan transformasi dari seekor buaya)
*)Puisi ini aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Mengibarkan bendera Luzofonia di tanah ini berarti,
kami inigin menentukan
batas laut, darat dan udara negara kami Lafaek
Kalian katakan kami orang-orang gila?
Kalian katakan kami orang-orang bodoh?
Biar, biarkanlah kami menentukan sendiri nasib kami!
Biar, biarkanlah kami menganyam sendiri masa depan kami!
--
Januari 2009
Luzofonia = Hal-hal yang berbau budaya Portugis
Lafaek = Buaya (menurut dongeng, pulau Timor merupakan transformasi dari seekor buaya)
*)Puisi ini aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Thursday, January 15, 2009
PUISI BULANAN-24: "TAIS-MANE, TAIS-FETO"
*) TAIS-MANE, TAIS-FETO
Tais kita pakai
Tais kita letakkan di atas pundak
Membungkus juga roh kita
Tais-Mane, Tais-Feto: barang-barang pusaka
Melestarikan tradisi nenek-moyang
Jangan dibuang, jangan diinjak, jangan dibakar!
---
Januari 2009
Tais = Pakaian adat Timor
Tais-Mane= Pakaian adat Timor khusus untuk laki-laki
Tais-Feto = Pakaian adat Timor khusus untuk perempuan
Tais kita pakai
Tais kita letakkan di atas pundak
Membungkus juga roh kita
Tais-Mane, Tais-Feto: barang-barang pusaka
Melestarikan tradisi nenek-moyang
Jangan dibuang, jangan diinjak, jangan dibakar!
---
Januari 2009
Tais = Pakaian adat Timor
Tais-Mane= Pakaian adat Timor khusus untuk laki-laki
Tais-Feto = Pakaian adat Timor khusus untuk perempuan
Thursday, January 8, 2009
PUISI BULANAN-23: "ANAK-ANAK PALESTINA"
ANAK-ANAK PALESTINA
Darah segar bergenangan dimana-mana
Kegelapan erat selimuti
Mereka kembali menangis
Menjerit, meminta terang
Menjerit, bangunkan banyak orang
Mereka kehilangan hari kini
Mereka kehilangan hari esok
Siapakah yang sesungguhnya mendengarkan jeritan mereka?
Siapakah yang sesungguhnya membukakan mata?
--
Dili, Januari 2009
*) Diterjemahkan dari karya asli dalam bahasa Tétum berjudul “LABARIK SIRA PALESTINA NIAN”
Darah segar bergenangan dimana-mana
Kegelapan erat selimuti
Mereka kembali menangis
Menjerit, meminta terang
Menjerit, bangunkan banyak orang
Mereka kehilangan hari kini
Mereka kehilangan hari esok
Siapakah yang sesungguhnya mendengarkan jeritan mereka?
Siapakah yang sesungguhnya membukakan mata?
--
Dili, Januari 2009
*) Diterjemahkan dari karya asli dalam bahasa Tétum berjudul “LABARIK SIRA PALESTINA NIAN”
Wednesday, December 31, 2008
PUISI BULANAN-22: "JERUSALEM, JERUSALEM, ENGKAU KEMBALI MERATAP
*) JERUSALEM, JERUSALEM, ENGKAU KEMBALI MERATAP
Jerusalém, Jerusalém, engkau kembali meratap
Airmata mengalir tiada henti, terus membasahi bendera damai yang digantungkan pada dinding rumah tiap-tiap keluarga
Jerusalém, Jerusalém
Hatiku pilu, sukmaku meratap
Jerusalém, Jerusalém
Tak bisa aku tidur dengan pulas
Jerusalém, Jerusalém
Tak bisa aku tidur dengan nyenyak
--
Dili, 31 Desember 2008
*) Renungan terhadap situasi di Palestina ketika dibombardir oleh Israel baru-baru ini. Aslinya puisi ini ditulis dalam bahasa Tétum..
Jerusalém, Jerusalém, engkau kembali meratap
Airmata mengalir tiada henti, terus membasahi bendera damai yang digantungkan pada dinding rumah tiap-tiap keluarga
Jerusalém, Jerusalém
Hatiku pilu, sukmaku meratap
Jerusalém, Jerusalém
Tak bisa aku tidur dengan pulas
Jerusalém, Jerusalém
Tak bisa aku tidur dengan nyenyak
--
Dili, 31 Desember 2008
*) Renungan terhadap situasi di Palestina ketika dibombardir oleh Israel baru-baru ini. Aslinya puisi ini ditulis dalam bahasa Tétum..
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 88
*) Tahun 2008 sudah hampir berakhir. Besok kita masuki tahun baru 2009. Ketika aku kembali menengok ke belakang—mengamati perjalanan hidupku selama setahun penuh, aku kembali bertanya, “apa yang telah kuperbuat?”. Rasanya semakin banyak hal yang aku lakukan demi mengisi hidup ini, semakin aku merasakan belum banyak yang aku lakukan sebagai sumbangan yang berarti bagi hidup ini.
*) Tanpa adanya kerendahan hati dalam dua kubu yang bertikai, kedamaian dan keharmonisan serta rekonsiliasi sulit untuk diperoleh. Salah satu pihak, entah mau atau tidak, harus mengalah, sehingga dengan demikian akan tercipta peluang kepada pihak yang satu lagi guna mencairkan hatinya yang beku.
*) Doa tanpa kerja keras sama saja bohong. Dan kerja keras tanpa diiringi doa, rasanya ada sesuatu yang kurang lengkap dalam perjalanan hidup kita ini.
*) Tanpa adanya kerendahan hati dalam dua kubu yang bertikai, kedamaian dan keharmonisan serta rekonsiliasi sulit untuk diperoleh. Salah satu pihak, entah mau atau tidak, harus mengalah, sehingga dengan demikian akan tercipta peluang kepada pihak yang satu lagi guna mencairkan hatinya yang beku.
*) Doa tanpa kerja keras sama saja bohong. Dan kerja keras tanpa diiringi doa, rasanya ada sesuatu yang kurang lengkap dalam perjalanan hidup kita ini.
Monday, December 29, 2008
PUISI BULANAN-21: " SUARA TUHAN, SUARA SANG GURU"
SUARA TUHAN, SUARA SANG GURU
Dengarlah Ia bicara lewat dedaunan yang berbisik
Dengarlah Ia bicara lewat jam dinding yang berdetik
Dengarlah Ia bicara lewat jantung yang berdetak
Dengarlah Ia bicara lewat sayap-sayap burung yang berkepak
Dengarlah, dengarlah Ia bicara lewat gemuruh ombak yang menderu
--
Dili, 29 Desember 2008
Dengarlah Ia bicara lewat dedaunan yang berbisik
Dengarlah Ia bicara lewat jam dinding yang berdetik
Dengarlah Ia bicara lewat jantung yang berdetak
Dengarlah Ia bicara lewat sayap-sayap burung yang berkepak
Dengarlah, dengarlah Ia bicara lewat gemuruh ombak yang menderu
--
Dili, 29 Desember 2008
Wednesday, December 17, 2008
PUISI BULANAN-20: "POTRET KOTA DILI PADA MUSIM HUJAN"
POTRET KOTA *)DILI PADA MUSIM HUJAN
Guntur bergemuruh
Halilintar menyambar
Kota menjadi kaget
Hujan deras turun
Selokan jalanan tersumbat
Banjir melanda
Anak-anak muda bermain hujan-hujanan
Berkejar-kejaran
Mengusir mimpi-mimpi
--
17 Desember 2008
*) Ibukota Timor-Leste
Guntur bergemuruh
Halilintar menyambar
Kota menjadi kaget
Hujan deras turun
Selokan jalanan tersumbat
Banjir melanda
Anak-anak muda bermain hujan-hujanan
Berkejar-kejaran
Mengusir mimpi-mimpi
--
17 Desember 2008
*) Ibukota Timor-Leste
Tuesday, December 2, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 87
*) Nenek-moyang kita laksana sebuah pohon, yang berakar di tanah datar. Kita—anak-anak, cucu-cucu, ciciit-cicitnya laksana ranting-ranting dan dahan-dahannya. Apabila akar pohon itu tidak mendapat siraman air yang secukupnya, kita tidak akan tumbuh dengan subur.
Monday, November 24, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 86
*) Seringkali aku cenderung menuduh orang lain sajalah yang melakukan kesalahan bila suatu pertikaian terjadi dimana aku pun terlibat di dalamnya. Dan susah bagiku untuk memiliki rendah hati, serta mengakui kesalahanku.
*) Musuh utama adalah diriku sendiri. Bila aku mampu menjinakkan musuh itu, maka aku tampil sebagai pemenang.
*) Musuh utama adalah diriku sendiri. Bila aku mampu menjinakkan musuh itu, maka aku tampil sebagai pemenang.
Friday, November 21, 2008
PUISI BULANAN-19: "AKU INGIN SEPERTI SEEKOR ELANG"
AKU INGIN SEPERTI SEEKOR ELANG
Aku ingin bebas, terbang tinggi, seperti seekor burung elang
Memandang dari atas
Melihat dengan pandangan luas, tembus, dengan sorot mataku yang tajam
Aku ingin hinggap di dahan sebuah pohon yang tinggi
Aku ingin terbang turun, mencari makan
Aku ingin bersenandung, aku ingin bersiul
Aku ingin terbang lagi, mengepak sayap-sayapku
Aku ingin tinggalkan bayang-bayang
--
21 Nopember 2008
*) Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Aku ingin bebas, terbang tinggi, seperti seekor burung elang
Memandang dari atas
Melihat dengan pandangan luas, tembus, dengan sorot mataku yang tajam
Aku ingin hinggap di dahan sebuah pohon yang tinggi
Aku ingin terbang turun, mencari makan
Aku ingin bersenandung, aku ingin bersiul
Aku ingin terbang lagi, mengepak sayap-sayapku
Aku ingin tinggalkan bayang-bayang
--
21 Nopember 2008
*) Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Thursday, November 20, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 85
*) Aku tak ingin menyala dengan terang-benderang seperti lampu-lampu besar. Aku hanya ingin menjadi sebatang lilin kecil di kegelapan malam, terangi tapak-tapak.
*) Aku tentu akan menyesal di kemudian hari bila aku tak mempersiapkan hari esok-ku dengan baik. Hidup akan maju terus ke depan, dan tak akan pernah mundur ke belakang.
*) Aku tentu akan menyesal di kemudian hari bila aku tak mempersiapkan hari esok-ku dengan baik. Hidup akan maju terus ke depan, dan tak akan pernah mundur ke belakang.
Wednesday, November 19, 2008
PUISI BULANAN-18: "HARI PARA ARWAH"
*) HARI PARA ARWAH
Lilin kita bakar
Kita panjatkan puja, kita panjatkan puji
Bunga kita taburi
Airmata haru
kembali bercucur,
basahi dinding-dinding makam
--
Nopember 2008
*) Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Lilin kita bakar
Kita panjatkan puja, kita panjatkan puji
Bunga kita taburi
Airmata haru
kembali bercucur,
basahi dinding-dinding makam
--
Nopember 2008
*) Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 84
*) Biarkanlah jagat kita ini dihiasi “pelangi budaya” yang berwarna-warni. Kalau hanya satu "warna budaya", maka jagat kita akan kelihatan monoton dan membosankan, bukan?
Wednesday, November 12, 2008
PUISI BULANAN-17: "BELAJAR DARI ANAK-ANAK"
BELAJAR DARI ANAK-ANAK
Anak-anak adalah bulu-bulu mata kita sendiri
Anak-anak adalah daun-daun telinga kita sendiri
Anak-anak adalah usus-usus kita sendiri
Anak-anak adalah gumpalan darah kita sendiri
Anak-anak adalah saksi-saksi hidup
Mewarisi tradisi kita
Dari awal hingga akhir
Anak-anak adalah murid-murid kita
Anak-anak adalah guru-guru kita
--
2008
*)Aslinya ditulis dalama bahasa Tetum dengan judul berbahasa Indonesia seperti yang tertera di atas.
Anak-anak adalah bulu-bulu mata kita sendiri
Anak-anak adalah daun-daun telinga kita sendiri
Anak-anak adalah usus-usus kita sendiri
Anak-anak adalah gumpalan darah kita sendiri
Anak-anak adalah saksi-saksi hidup
Mewarisi tradisi kita
Dari awal hingga akhir
Anak-anak adalah murid-murid kita
Anak-anak adalah guru-guru kita
--
2008
*)Aslinya ditulis dalama bahasa Tetum dengan judul berbahasa Indonesia seperti yang tertera di atas.
PUISI BULANAN 16: "TRAGEDI SANTA CRUZ: IN MEMORIAM"
*) TRAGEDI SANTA CRUZ: IN MEMORIAM
jerih-payah kalian
tak mampu kami hitung
jerih-payah kalian
tak mampu kami lunasi
kami hanya ingin
meneruskan ratapan kalian
kami hanya ingin
sebarkan teriakan kalian
jerih-payah kalian tidaklah sia-sia
--
12 Nopember 2008
*) Mengenang kembali tragedi pembunuhan masal, dilakukan oleh TNI di makam Santa Cruz, Dili pada tahun 12 Nopember 1991. Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
jerih-payah kalian
tak mampu kami hitung
jerih-payah kalian
tak mampu kami lunasi
kami hanya ingin
meneruskan ratapan kalian
kami hanya ingin
sebarkan teriakan kalian
jerih-payah kalian tidaklah sia-sia
--
12 Nopember 2008
*) Mengenang kembali tragedi pembunuhan masal, dilakukan oleh TNI di makam Santa Cruz, Dili pada tahun 12 Nopember 1991. Aslinya ditulis dalam bahasa Tetum.
Friday, November 7, 2008
PUISI BULANAN 15: "DILI, PANORAMA PAGI"
DILI, PANORAMA PAGI
turun hujan tadi subuh
air laut tenang, air laut jernih
aku kembali berkaca
pada riak-riak ombak
yang berdendang
--
7 Nopember 2008
turun hujan tadi subuh
air laut tenang, air laut jernih
aku kembali berkaca
pada riak-riak ombak
yang berdendang
--
7 Nopember 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 83
*) Kita menjadi cacat seumur hidup karena kita seringkali jatuh pada pelukan dosa.
Thursday, November 6, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 82
*) Hati nurani kita senantiasa tampil menjadi hakim, mengahkimi kita, apabila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai aturan main dalam perjalanan hidup. Kita menjadi tidak tenang. Itu adalah sebuah hukuman. Tak ada tawar-menawar.
*)Kejujuran batin sangatlah mutlak diperlukan dalam kita berekpresi di atas pentas akbar. Tanpa itu, kita menjadi hampa. Kita menjadi sebuah tong yang kosong, tapi nyaring bunyinya.
*)Kejujuran batin sangatlah mutlak diperlukan dalam kita berekpresi di atas pentas akbar. Tanpa itu, kita menjadi hampa. Kita menjadi sebuah tong yang kosong, tapi nyaring bunyinya.
PUISI BULANAN-14: "PENJARA ITU BERNAMA TIMOR-LOROSA'E"
PENJARA ITU BERNAMA TIMOR-LOROSA’E
ratusan tahun, puluhan tahun
aku diborgol
di negeriku sendiri
kini aku bebas merdeka
di atas dada tanah ini
tegak aku berdiri
tekadkan sebuah ikrar
--
Oktober-Nopember 2008
ratusan tahun, puluhan tahun
aku diborgol
di negeriku sendiri
kini aku bebas merdeka
di atas dada tanah ini
tegak aku berdiri
tekadkan sebuah ikrar
--
Oktober-Nopember 2008
Wednesday, November 5, 2008
PUISI BULANAN-13: "SEBUAH DIALOG PADA PERTENGAHAN TAHUN"
SEBUAH DIALOG PADA PERTENGAHAN TAHUN
(Refleksi Pagi)
Tuhan, aku cuma sebatang pencil yang Engkau gerakkan untuk menulis pikiran dan isi hati-Mu,
Tuhan, aku hanya sebatang seruling yang Engkau mainkan guna menghasilkan nyanyian-nyanyian surgawi-Mu yang melodius,
Tuhan, aku semata sebuah gitar yang Engkau petik demi memadahkan bunyi-bunyi, yang membangkitkan ruh-ruh yang lagi tidur pulas,
Tuhan, aku sekedar sebuah piano yang Engkau mainkan tuts-tutsnya, dan aku mendendangkan lentingan nada-nada yang melengking di malam yang sunyi dan senyap,
Tuhan, singkat kata,
ijikanlah aku untuk meminjam kata-kata Santu Fransiskus Asisi,
“Jadikanlah aku sebuah instrumen perdamaian”
di tengah-tengah jagat-raya
yang maha luas ini.
Tuhan, aku ingin setia,
dan patuh senantiasa terhadap segala kehendak-Mu
di bumi dan di surga.
Amin.
---
24 Juni 2008
(Refleksi Pagi)
Tuhan, aku cuma sebatang pencil yang Engkau gerakkan untuk menulis pikiran dan isi hati-Mu,
Tuhan, aku hanya sebatang seruling yang Engkau mainkan guna menghasilkan nyanyian-nyanyian surgawi-Mu yang melodius,
Tuhan, aku semata sebuah gitar yang Engkau petik demi memadahkan bunyi-bunyi, yang membangkitkan ruh-ruh yang lagi tidur pulas,
Tuhan, aku sekedar sebuah piano yang Engkau mainkan tuts-tutsnya, dan aku mendendangkan lentingan nada-nada yang melengking di malam yang sunyi dan senyap,
Tuhan, singkat kata,
ijikanlah aku untuk meminjam kata-kata Santu Fransiskus Asisi,
“Jadikanlah aku sebuah instrumen perdamaian”
di tengah-tengah jagat-raya
yang maha luas ini.
Tuhan, aku ingin setia,
dan patuh senantiasa terhadap segala kehendak-Mu
di bumi dan di surga.
Amin.
---
24 Juni 2008
PUISI BULANAN 12- "MANATUTO, EPISODE PAGI"
*) MANATUTO, EPISODE PAGI
pagi menampakan kesuburannya, pagi menampakan kehijauannya
dengan embun semalaman
yang melekat pada daun-daun padi
kakiku basah, kena air sawah, yang mengalir tiada henti
telingaku menguping burung-burung pipit, tebarkan madah-madah
aku melangkah, dan berdiri di atas pematang
panjatkan puji, panjatkan doa, guna memperoleh bernasnya bulir-bulir padi
--
5 Nopember 2008
*) Manatuto adalah sebuah kabupaten di Timor-Leste, tempat kelahiran ayahku, dan tempat aku habiskan masa kecilku pada tahun 1970-an sampai 1980-an. Puisi ini aslinya ditulis dalam bahasa Tetun dengan judul, “Manatuto, Epizódiu Dadeer”.
pagi menampakan kesuburannya, pagi menampakan kehijauannya
dengan embun semalaman
yang melekat pada daun-daun padi
kakiku basah, kena air sawah, yang mengalir tiada henti
telingaku menguping burung-burung pipit, tebarkan madah-madah
aku melangkah, dan berdiri di atas pematang
panjatkan puji, panjatkan doa, guna memperoleh bernasnya bulir-bulir padi
--
5 Nopember 2008
*) Manatuto adalah sebuah kabupaten di Timor-Leste, tempat kelahiran ayahku, dan tempat aku habiskan masa kecilku pada tahun 1970-an sampai 1980-an. Puisi ini aslinya ditulis dalam bahasa Tetun dengan judul, “Manatuto, Epizódiu Dadeer”.
Tuesday, November 4, 2008
PUISI BULANAN-11- "LAUT TEMPAT AKU MENGADUH"
LAUT TEMPAT AKU MENGADUH
Lautlah tempat aku mengaduh: semburkan 1001 tanya
Lautlah tempat aku temukan balsem kesembuhan
bagi luka-luka batinku yang menganga
--
Nopember 2008
Lautlah tempat aku mengaduh: semburkan 1001 tanya
Lautlah tempat aku temukan balsem kesembuhan
bagi luka-luka batinku yang menganga
--
Nopember 2008
PUISI BULANAN-10: "DILI, PANORAMA MALAM"
*)DILI, PANORAMA MALAM
kerlap-kerlip
lampu-lampu kota
pecahan ombak
mencium bibir pantai
kendaraan
lalu lalang
semilir angin
langit berbulan-bintang
segala
laksana orkes simfoni
--
Nopember 2008
*)Ibukota Timor-Leste
kerlap-kerlip
lampu-lampu kota
pecahan ombak
mencium bibir pantai
kendaraan
lalu lalang
semilir angin
langit berbulan-bintang
segala
laksana orkes simfoni
--
Nopember 2008
*)Ibukota Timor-Leste
Monday, October 27, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 81
*) Memilih menjadi penyair, aku harus siap untuk menapaki lorong-lorong sunyi.
PUISI BULANAN 9- "MEDITASI SENJA"
MEDITASI SENJA
aku kembali bertanya pada laut yang berdebur
aku kembali bertanya pada angin yang mendesir
aku kembali bertanya pada langit yang berasir,
"siapakah aku sesungguhnya? "
Dili, Oktober 2008
Tuesday, October 14, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 80
*) Kita butuh kesendirian. Itu merupakan sebuah keharusan. Biasanya dalam kesendirianlah keputusan-keputusan terbaik diambil.
Wednesday, October 1, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 79
*) Apabila kita tak memiliki jiwa besar, pikiran yang luas, susah sekali bagi kita untuk memaafkan sesama kita ketika mereka jatuh ke dalam pelukan dosa.
Monday, September 29, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 78
*) Dunia yang kita huni ini telah penuh dengan kebobrokan. Lebih baik kita jangan memperparah keadaan dunia yang demikian itu dengan kebodohan, ketololan dan kekonyolan kita sendiri.
Friday, September 26, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 77
*) Kesehatan kita, baik itu fisik dan mental, merupakan barang berharga bagi kita selagi kita menapaki lorong kehidupan ini. Kalau kita tidak merawat hati, pikiran, jiwa dan badan kita dengan baik, kitalah yang akan kehilangan segala-galanya.
*) Kebenaran tidak tanggung-tanggung. Betapapun lihainya kita mencoba menutupi-nutupi sebuah kebenaran, suatu ketika akan terkuak jua. Kebenaran laksana gunung api, yang bisa meledak setiap saat.
*) Kebenaran tidak tanggung-tanggung. Betapapun lihainya kita mencoba menutupi-nutupi sebuah kebenaran, suatu ketika akan terkuak jua. Kebenaran laksana gunung api, yang bisa meledak setiap saat.
***
Thursday, September 25, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 76
*) Keseimbangan dalam segala hal itu merupakan sebuah keharusan. Rupanya ini sudah menjadi hukum alam. Barangsiapa mencoba menantang hukum alam ini, dia akan tergilas dengan sendirinya.
*) Apalah artinya hidup ini, jika kita telah kehilangan harapan?
*) Apalah artinya hidup ini, jika kita telah kehilangan harapan?
Wednesday, September 24, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 75
[Kembali aku hadir dalam edisi blog hari ini..Aku baru saja menemukan cara baru untuk mengakses blog-blogku sementara berada di kantor. Selama ini susah sekali untuk melakukannya...Hal ini terlaksana berkata bantuan kawan sekantor, Ildefonso...Sialan!!]
*) Bekerja sama menghasilkan sebuah kesuksesan yang menyenangkan dalam sebuah hal. Yang penting bagaimana kita melibatkan diri dalam sebuah kerja sama.
*) Kehidupan menuntut adanya sebuah totalitas. Dengan demikian kita akan merasakan hakekat kehidupan itu sendiri. Kita harus siap mengecap pahit getirnya kehidupan, dan jangan cuma mau mengecap manisnya saja..
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 74
[Roda kehidupan terus berputar. Aku mengikuti irama roda itu dengan segala kekuatan dan semangat yang kumiliki...]
*) Perdamaian mustahil akan tercipta di muka bumi ini apabila masing-masing individu tidak terus menghidupkan nyala kedamaian dalam hati sanubarinya.
*) Bercerminlah selalu. Dengan demikan kau akan mengetahui siapa sebenarnya dirimu!
*) Tertawalah hari ini sepuas-puasnya. Tapi ingat, jangan lupa untuk menyimpan tawamu untuk hari esok juga.
*) Perdamaian mustahil akan tercipta di muka bumi ini apabila masing-masing individu tidak terus menghidupkan nyala kedamaian dalam hati sanubarinya.
*) Bercerminlah selalu. Dengan demikan kau akan mengetahui siapa sebenarnya dirimu!
*) Tertawalah hari ini sepuas-puasnya. Tapi ingat, jangan lupa untuk menyimpan tawamu untuk hari esok juga.
Sunday, September 7, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 73
[Kini bulan September. Aku masih terus telusuri lorong gelap. Selama bulan Agustus, aku betul-betul larut dalam keresahan.. Motivasi untuk melakukan berbagai macam kegiatan lenyap, entah kemana…Dengan demikian, aku terpaksa hilang dari peradaran.. Dan catatan perjalanan ini pun mengalami stagnasi..]
*) Kita, dengan gampangnya, membohongi orang lain. Dengan seribu macam dalih kita bisa melakukan hal itu. Tapi kita tak bisa melakukan hal itu kepada diri kita sendiri dan kepada Tuhan. Dalam konteks kepercayaan orang Timor, hal itu berkaitan erat dengan arwah dan roh rumah adat. Kepada kedua unsur terakhir ini, sang aku tak bisa seenaknya berdusta.
*) Kita, dengan gampangnya, membohongi orang lain. Dengan seribu macam dalih kita bisa melakukan hal itu. Tapi kita tak bisa melakukan hal itu kepada diri kita sendiri dan kepada Tuhan. Dalam konteks kepercayaan orang Timor, hal itu berkaitan erat dengan arwah dan roh rumah adat. Kepada kedua unsur terakhir ini, sang aku tak bisa seenaknya berdusta.
Wednesday, July 23, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 72
*) Sang Kahlik bersabda, "Akulah Tuhanmu. Akulah penciptamu." Sanggupkah kita tunduk, dan bersujud sembah?
*) Salam damai aku tawarkan/tanpa prasyarat/Masih saja kau menghindar/Masih saja kau mengelak/ Sampai kapan aku harus menunggu?//
***
*) Salam damai aku tawarkan/tanpa prasyarat/Masih saja kau menghindar/Masih saja kau mengelak/ Sampai kapan aku harus menunggu?//
***
Monday, July 14, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 71
13-7-2008
[Masih berada kini di tanah Jawa. Aku terus bertapa—larut dalam permenungan..]
*) Di tengah-tengah berkecamuknya ketegangan dan prahara, kita dituntut untuk senantiasa memiliki kebesaran jiwa. Sikap semacam ini akan membawa kita betul-betul masuk dalam relung-relung hati kita demi melakukan mawas diri. Mengalah bukan berarti kalah, ingat itu!
*) Aku kau dorong ke tembok. Naluriku mengatakan bahwa aku harus mempertahankan diri. Lalu kau bilang aku seorang pengacau?
*) Akuilah secara jujur segala kesalahanmu. Itu sikap yang kesatria.
*) Kita jatuh, dan jatuh lagi..Kita dituntut untuk bangkit, dan berjalan lagi..Perjalanan masih panjang..
[Masih berada kini di tanah Jawa. Aku terus bertapa—larut dalam permenungan..]
*) Di tengah-tengah berkecamuknya ketegangan dan prahara, kita dituntut untuk senantiasa memiliki kebesaran jiwa. Sikap semacam ini akan membawa kita betul-betul masuk dalam relung-relung hati kita demi melakukan mawas diri. Mengalah bukan berarti kalah, ingat itu!
*) Aku kau dorong ke tembok. Naluriku mengatakan bahwa aku harus mempertahankan diri. Lalu kau bilang aku seorang pengacau?
*) Akuilah secara jujur segala kesalahanmu. Itu sikap yang kesatria.
*) Kita jatuh, dan jatuh lagi..Kita dituntut untuk bangkit, dan berjalan lagi..Perjalanan masih panjang..
Friday, July 11, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 70
[Kini aku di Jakarta. Datang dari Dili tanggal 8 Juli. Datang sebagai seorang 'pelancong budaya'.Terakhir kali aku ke Jakarta yakni pada tahun 1987. Jakarta masih tetap seperti dulu. Lalu lintasnya terus-menerus macet. Menginap di rumah kawan, Nelden asal Sumba....
Sebulan aku tak aktif di cyberspace karena kesibukan kerjaku di kantor dan kesibukan lain yang sangat menyita waktuku.]
*) Bahasa kasih melewati tapal batas; bahasa kasih adalah sebuah pemberontakan terhadap 'status quo'. Berbicara bahasa kasih, tak perlu adanya para penerjemah.
*) Hati-hati. Berhati-hatilah, aku katakan, kawan! Waspadalah selalu. Banyak serigala berkeliaran di tengah jalan. Banyak serigala berbulu domba.
*) Menjadi 'the warrior of the light" dibutuhkan sebuah ketahanan mental yang tangguh. Tantangan selalu saja menghadang dalam gerak langkah seorang "warrior of the light".
Sebulan aku tak aktif di cyberspace karena kesibukan kerjaku di kantor dan kesibukan lain yang sangat menyita waktuku.]
*) Bahasa kasih melewati tapal batas; bahasa kasih adalah sebuah pemberontakan terhadap 'status quo'. Berbicara bahasa kasih, tak perlu adanya para penerjemah.
*) Hati-hati. Berhati-hatilah, aku katakan, kawan! Waspadalah selalu. Banyak serigala berkeliaran di tengah jalan. Banyak serigala berbulu domba.
*) Menjadi 'the warrior of the light" dibutuhkan sebuah ketahanan mental yang tangguh. Tantangan selalu saja menghadang dalam gerak langkah seorang "warrior of the light".
***
Wednesday, June 11, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 69
[Jumpa lagi, setelah sekian lama aku absen dari dunia cyber...Di Darwin kini, berlibur. Sejak tanggal 6-6 aku kesini. Nanti aku balik lagi ke tanah air, TL..]
*) Kalau anda mau makan mangga, jangan bermimpi dan menanamnya tadi malam, dan mengharapkan untuk memetik buahnya hari ini.
*) Anak-anak adalah manusia mungil yang lucu, dan kadangkala menjengkelkan karena tingkahnya yang aneh, dan cengeng. Tataplah gerak tingkahnya dengan seksama. Di balik gerak-gerak itu kita temukan mutiara bijak.
*) Kalau anda mau makan mangga, jangan bermimpi dan menanamnya tadi malam, dan mengharapkan untuk memetik buahnya hari ini.
*) Anak-anak adalah manusia mungil yang lucu, dan kadangkala menjengkelkan karena tingkahnya yang aneh, dan cengeng. Tataplah gerak tingkahnya dengan seksama. Di balik gerak-gerak itu kita temukan mutiara bijak.
***
Sunday, April 27, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 68
*) Seorang sasrtrawan/sastrawati hanya ingin membangun kesadaran kita. Ia hanya membangunkan kita dari tidur kita yang pulas dengan mengatakan, “ayo bangun, mata hari telah meninggi, nikmatilah hidangan teh atau kopi yang telah aku sediakan.”
*) Penyair adalah manusia pinggiran yang senantiasa gelisah.
*) Penyair (baca: seniman) adalah manusia “terkutuk” karena ia dituntut untuk menghidupi radar kesadarannya selama duapuluh empat jam.
*)Fungsi puisi ibarat hidangan ringan yang disuguhi kepada para tamu sebelum mereka nantinya menikmati hidangan utama.
*) Penyair adalah manusia pinggiran yang senantiasa gelisah.
*) Penyair (baca: seniman) adalah manusia “terkutuk” karena ia dituntut untuk menghidupi radar kesadarannya selama duapuluh empat jam.
*)Fungsi puisi ibarat hidangan ringan yang disuguhi kepada para tamu sebelum mereka nantinya menikmati hidangan utama.
Thursday, April 10, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 67
*) Tuhan, mengapa akulah yang selalu saja Engkau pilih untuk menjadi jurubicara jaman?
**
Friday, April 4, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 66
*) Kembalilah ke alam! Bergurulah padanya. Dari alam kita akan peroleh kearifan yang memukau.
***
Thursday, April 3, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 65
[Selama bulan Maret aku terpaksa ' banyak menghilang dari peredaran cyberspace', dengan demikian aku tak nonggol..Kesibukan kerja di kantor, dan kehidupan keluarga cukup menyita waktuku...]
*) Air mata ibu yang mengalir di pipi, hanya karena tingkah-laku kita,anak-anaknya yang tidak menyenangkan merupakan sebuah peringatan besar bahwa kita sedang berhutang. Suatu ketika, entah mau atau tidak, kita harus melunasi hutang tersebut.
*) Kedamaian tidak akan tercipta apabila dua insan iyag terlibat dalam sebuah pertikaian saling terus mengotot, dan tidak mau merendah..
*) Tuhan serta ayah-bunda kita bermain peranan yang sangat penting dalam mengantarkan kita ke dunia fana ini. Akan celakalah kita kalau kita tak mengubris kata-kata mereka.
*) Air mata ibu yang mengalir di pipi, hanya karena tingkah-laku kita,anak-anaknya yang tidak menyenangkan merupakan sebuah peringatan besar bahwa kita sedang berhutang. Suatu ketika, entah mau atau tidak, kita harus melunasi hutang tersebut.
*) Kedamaian tidak akan tercipta apabila dua insan iyag terlibat dalam sebuah pertikaian saling terus mengotot, dan tidak mau merendah..
*) Tuhan serta ayah-bunda kita bermain peranan yang sangat penting dalam mengantarkan kita ke dunia fana ini. Akan celakalah kita kalau kita tak mengubris kata-kata mereka.
***
Saturday, February 16, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 64
*) Dunia yang kita huni selalu saja mengulangi pertikaian dan pertumpahan darah. Kita kewalahan. Kita resah. Kita larut dalam lautan penuh tanya. Kapan semua lingkaran setan ini berakhir?
Friday, February 15, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 63
*) Penyair: penyimpul realitas kehidupan. Ia seorang "soliter" yang "solider".
*) Luka bangsa kambuh/luka bangsa semakin bernanah/ luka bangsa semakin parah//
*) Luka bangsa kambuh/luka bangsa semakin bernanah/ luka bangsa semakin parah//
PUISI BULANAN 8: "REQUIEM ANAK......"
REQUIEM ANAK BANGSA
benih permusuhan cukup lama tertanam/anak-anak bangsa saling menikam/anak-anak bangsa saling berhantam/gumpalan darah segar pun kembali bercecer/butir-butir air mata haru pun kembali bercucur//
--
13-2-2008
Friday, February 8, 2008
PUISI BULANAN 7: "SUARA......"
SUARA GHANDI
aku tega kau tusuk/ aku tega kau hantam/ aku pilih diam/aku tolak balas dendam/
--
Januari 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 62
*) Menulis karya kreatif merupakan salah satu upaya untuk mengingat kembali apa yang (barangkali) telah kita lupakan, bukan?
*) Manusia selalu saja larut dalam "menyudah. menyedang dan meng-akan." Dia membutuhkan pengambilan jarak demi mengkritisi segala sepak terjangnya dalam kehidupan ini.
*) Manusia selalu saja larut dalam "menyudah. menyedang dan meng-akan." Dia membutuhkan pengambilan jarak demi mengkritisi segala sepak terjangnya dalam kehidupan ini.
***
Saturday, February 2, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 61
*) Tugas penyair adalah memulung kata-kata.
*) Seorang intelektual--mengajak kita untuk larut selalu dalam keindahan berimajinasi.
*) Yesus--pemberontak, Sang Revolusioner/Revolusi Kasih, itulah aksi/Tak berkesudahan, sepanjang jaman, itulah pinta//
*) Seorang intelektual--mengajak kita untuk larut selalu dalam keindahan berimajinasi.
*) Yesus--pemberontak, Sang Revolusioner/Revolusi Kasih, itulah aksi/Tak berkesudahan, sepanjang jaman, itulah pinta//
***
Saturday, January 26, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 60
*) Kita butuh olah raga dan jiwa. Kita butuh stamina. Perjalanan masih panjang.
*) Semuanya diam/ Semuanya senyap/Kita mendengar Yang Maha berbicara/Kita mendengar Yang Maha putuskan persoalan/ Kita mendengar Yang Maha mengambil keputusan//
*) Ketika aku diam, kau mengira aku bodoh/ Ketika aku jinak, kau menginjak kepalaku/Ketika aku membela diri, kau katakan aku lupa diri? Give me a fucking break!//
*) Masih setiakah kau menjalani hidupmu sebagai seorang musafir? Masih setiakah kau mendengar teriakan nurani?
*) Semuanya diam/ Semuanya senyap/Kita mendengar Yang Maha berbicara/Kita mendengar Yang Maha putuskan persoalan/ Kita mendengar Yang Maha mengambil keputusan//
*) Ketika aku diam, kau mengira aku bodoh/ Ketika aku jinak, kau menginjak kepalaku/Ketika aku membela diri, kau katakan aku lupa diri? Give me a fucking break!//
*) Masih setiakah kau menjalani hidupmu sebagai seorang musafir? Masih setiakah kau mendengar teriakan nurani?
Wednesday, January 23, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 59
*) Kata-kata lebih tajam daripada ujung mata pedang. Kata-kata dapat menciptakan luka. Hendaknya kita berhati-hati dalam bagaimana dan kapan kita mengungkapkannya.
Tuesday, January 22, 2008
PUISI BULANAN 6- "PANORAMA.....
PANORAMA SENJA
kubur-kubur tanpa nama/suara serak seekor burung gagak/belaian angin laut/semakin membalut duka/yang tak terurai//
--
Januari 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 58
*) Segalanya akan berakhir/Tak ada yang abadi/ Kita laksana embun/yang siap diteguk habis oleh mulut terik sang surya//
Thursday, January 17, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 57
*) Kehidupan merupakan sebuah perjalanan panjang yang kita jalani. Dalam perjalanan ini, banyak hal yang kita temui, banyak hal yang kita telusuri. Berkaitan dengan hal ini, ada baiknya kita merenungi lagi kata-kata penyair Inggris, T.S. Eliot yang mengatakan bahwa, "We shall not cease from exploration/And the end of all our exploring/will be to arrive where we started/And know the place for the first time//"
Tuesday, January 15, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 56
*) Mawas dirilah selalu! Itu sudah merupakan sebuah keharusan bagi tiap individu yang ingin betul-betul terjun dalam kancah kehidupan yang penuh tantangan ini.
*) Kebesaran Ilahi tak mampu kita ukur dengan kekuatan otak kita sebagai manusia yang memiliki serba keterbatasan. Pengakuan kita yang tulus akan keterbatasan ini membuat kita menjadi orang yang bijak.
*) Proses daur ulang terjadi dalam segala lapisan kehidupan kita. Sebuah fenomena yang menarik untuk direnungkan setiap saat.
*) Kebesaran Ilahi tak mampu kita ukur dengan kekuatan otak kita sebagai manusia yang memiliki serba keterbatasan. Pengakuan kita yang tulus akan keterbatasan ini membuat kita menjadi orang yang bijak.
*) Proses daur ulang terjadi dalam segala lapisan kehidupan kita. Sebuah fenomena yang menarik untuk direnungkan setiap saat.
Thursday, January 3, 2008
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 55
*) Tahun baru! Semangat baru! Visi baru! Semoga kita setia jalani jalan hidup yang penuh zigzag pada tahun 2008 [sms yang kukirim pada kawan-kawan menjelang tahun baru 2008, dan sesudahnya]
Thursday, December 6, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 54
*) Kehidupan itu kejam, kata kawanku Herry, seorang keturunan Tionghoa suatu ketika pada tahun 1991. Maka dari itu, katanya, kita harus siap-siap selalu untuk menghadapinya. Aku banyak belajar dari dia soal filsafat Cina.
Wednesday, November 21, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 53
*) Alkitab//mata air/ telaga bening/Kita yang haus/ Kita yang lapar/mereguk airnya/membasuh luka/ dan ziarah singkat kita teruskan//
Tuesday, October 30, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 52
*) Menulislah apa yang kau ketahui, dan hal-hal kecil dalam hidup yang seringkali dipandang dengan sebelah mata oleh kebanyakan orang.
Thursday, October 25, 2007
PUISI BULANAN-5 --BIARLAH AKU ....
BIARLAH AKU JADI DEBU, DIINJAK OLEH TELAPAK KAKIMU
Aku kotor/aku najis, ya Tuhan!/
Di hadapanMu/ aku tak punya lagi makna/
Bakarlah aku jadi hangus/dengan lidah api suciMu/
Dan biarlah aku jadi debu, diinjak oleh telapak kakiMu//
--
23 Oktober 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 51
*) Hidup merupakan sebuah perjuangan. Kita dituntut untuk tampil menjadi pejuang dalam menghadapi segala tantangannya.
*) Kita tercekik murung kadang kala. Laksana seekor burung: mata lepas, badan terkurung. Serasa budi, serasa karsa, serasa rasa tersumbat, dan tidak ada lagi saluran. Hidup akhirnya serasa hampir redup. Dan serasa pula hampir padam.
*) Apalah arti hidup ini kalau kita jatuh ke dalam lembah dosa, dan akhirnya kita tidak mendapat sodoran uluran ampunan lagi dari Yang Maha Kuasa?
*) Kita tercekik murung kadang kala. Laksana seekor burung: mata lepas, badan terkurung. Serasa budi, serasa karsa, serasa rasa tersumbat, dan tidak ada lagi saluran. Hidup akhirnya serasa hampir redup. Dan serasa pula hampir padam.
*) Apalah arti hidup ini kalau kita jatuh ke dalam lembah dosa, dan akhirnya kita tidak mendapat sodoran uluran ampunan lagi dari Yang Maha Kuasa?
Wednesday, September 26, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 50
*) Tataplah aku dengan kacamata nurani. Maka engkau akan mengetahui siapa aku sebenarnya.
*) Janganlah takut, janganlah gentar hadapi kebenaran. Tunduklah pada azas kerendahan hati.
*) Kebenaran yang terbungkus rapi di masa lalu dan kini akan selalu menghantui kita.
*) Manusia pada dasarnya mengharapkan sesamanya tampil dengan kesempurnaan mutlak. Mereka, karena begitu fanatiknya terhadap nilai-nilai luhur, tidak akan toleran pada celaan hidup.
*) Janganlah takut, janganlah gentar hadapi kebenaran. Tunduklah pada azas kerendahan hati.
*) Kebenaran yang terbungkus rapi di masa lalu dan kini akan selalu menghantui kita.
*) Manusia pada dasarnya mengharapkan sesamanya tampil dengan kesempurnaan mutlak. Mereka, karena begitu fanatiknya terhadap nilai-nilai luhur, tidak akan toleran pada celaan hidup.
Monday, September 24, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 49
*) Kerja kreatif membutuhkan totalitas diri. Sama halnya dengan jenis kerja lainnya yang kita geluti dalam kehidupan.
*) Anda mau menjadi mediator? Siaplah untuk dikritik habis-habisan dari segala penjuru...Kita selalu saja dinilai berat sebelah. Pada hal yang kita tegakkan nilai-nilai usaha untuk merangkul kedua belah pihak yang bertikai.
*) Anda mau menjadi mediator? Siaplah untuk dikritik habis-habisan dari segala penjuru...Kita selalu saja dinilai berat sebelah. Pada hal yang kita tegakkan nilai-nilai usaha untuk merangkul kedua belah pihak yang bertikai.
Saturday, September 22, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 48
*) Tolong, jangan lagi kita membodohi rakyat negeri ini dengan slogan-slogan nasionalisme. Itu hanya akan menjadi bumerang bagi kita.
Monday, September 17, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 47
****
Kita butuh diam
Diam adalah emas
Diam itu bijak
Kita butuh mundur
Kita butuh mengalah
---
*) Penyair: manusia gelisah, sepanjang waktu..
*) Inspirasi [seni] berasal dari sumber yang satu. Ia pantulkan pada sebuah cermin, kemudian cermin tersebut pancarkan sinar itu pada cermin yang lain, dan seterusnya begitu..
*) Pendidikan: usaha kunci demi pelestarian peradaban. Pendidikan menciptakan manusia pemikir. Berpikir yang ideal adalah berpikir dengan akal dan hati.
*) Jadilah pengikut setia seorang guru rohani, tapi jangalah secara buta.
*) Krisis politik-militer tahun lalu di TL menurutku adalah sebuah "blessing in disguise". Semoga menjadi sebuah katarsis. Semoga pula kami anak-anak TL tak jatuh terpelanting lagi dengan ketololan yang sama di masa mendatang. (Bincang-bincang dengan Prog. A.Soares, seorang Guru Besar asal Portugal yang kini mengajar di Queen's University, Belfast, Irlandia Utara)
Wednesday, September 12, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 46
*) Antara harapan dan kenyataan kadang terbentang jurang pemisah yang sangat mendalam. Dan kita menjadi resah. Kita menjadi gelisah. Kita menjadi.....
Tuesday, September 11, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 45
*) Rahasia kehidupan iman kita terletak pada kehadiran kebenaran yang selalu saja tampil dengan gayanya yang serba paradoksal.
*) Kehidupan itu aneh. Dalam mayoritas yang menganut Katolik, ada ketololan, kekonyolan yang serba anti-Katolik. Aku jadi bengong. Hera, Metinaro!
*) Kehidupan itu aneh. Dalam mayoritas yang menganut Katolik, ada ketololan, kekonyolan yang serba anti-Katolik. Aku jadi bengong. Hera, Metinaro!
****
Wednesday, September 5, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 44
*) Bahasa kasih adalah bahasa diam. Bahasa tahan uji.
*) Bertindaklah sederhana mungkin, tapi menghanyutkan.
*) Bertindaklah sederhana mungkin, tapi menghanyutkan.
Friday, August 31, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 43
*) Penulis juga tak mau kalah dengan lain dalam kancah politik. Ia pun tergerak untuk berpolitik. Politiknya adalah: politik hati nurani.
*) Sejarah adalah seorang guru yang bijak. Sayang, kita tidak mengubris kata-katanya yang bijak. Makannya, kita selalu saja terantuk dalam perjalanan kita ayng panjang ini.
*) Jangan coba-coba menantang sang guru yang telah menyatu dengan alam.
*) Kekentalan renungan yang padat dan berisi senantiasa memiliki semangat untuk membuat kita kadang larut dalam cucuran air mata haru.
*) Sejarah adalah seorang guru yang bijak. Sayang, kita tidak mengubris kata-katanya yang bijak. Makannya, kita selalu saja terantuk dalam perjalanan kita ayng panjang ini.
*) Jangan coba-coba menantang sang guru yang telah menyatu dengan alam.
*) Kekentalan renungan yang padat dan berisi senantiasa memiliki semangat untuk membuat kita kadang larut dalam cucuran air mata haru.
Wednesday, August 22, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 42
*)Pada mulanya adalah sabda. Dan sabda selalu saja bernuansa.
*) Kita harus berani mengakui kesalahan. Itu sebuah sikap kesatria.
*) Tidak usah keras kepala. Yang moderat sajalah!
*) Melakukan keselahan terus menerus itu adalah sebuah ketololan ,kekonyolan dan kegoblokan. Tapi anehnya, kebijaksanaan yang datang dari pengalaman hidup itu justru penuh dengan ketololan, kekonyolan dan kegoblokan.
*) Sang guru hendaknya selalu menyimpan satu atau dua rahasia sebagai strateginya guna berlaga dalam medan kehidupan yang kompleks ini.
*) Kita harus berani mengakui kesalahan. Itu sebuah sikap kesatria.
*) Tidak usah keras kepala. Yang moderat sajalah!
*) Melakukan keselahan terus menerus itu adalah sebuah ketololan ,kekonyolan dan kegoblokan. Tapi anehnya, kebijaksanaan yang datang dari pengalaman hidup itu justru penuh dengan ketololan, kekonyolan dan kegoblokan.
*) Sang guru hendaknya selalu menyimpan satu atau dua rahasia sebagai strateginya guna berlaga dalam medan kehidupan yang kompleks ini.
***
Tuesday, August 14, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 41
*) Penyair TL, apa sumbanganmu dalam proses pembangunan bangsa kita yang tercinta ini?
*) Kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Kepemimpinan adalah pemandu, yang mengarahkan kemana kita akan menyeret langkah kita. Kepemimpinan adalah "mata-dalan"....
*) Kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Kepemimpinan adalah pemandu, yang mengarahkan kemana kita akan menyeret langkah kita. Kepemimpinan adalah "mata-dalan"....
Wednesday, August 8, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 40
*) Sastra mengandung nilai karifan kehidupan. Dalam melahirkan karya sastra, seorang penulis betul-betul larut dalam kekentalan renungan. Pahit getirnya kehidupan betul-betul ia selami.
*)Aku tak mau dibelenggu oleh siapa pun. Aku ingin bebas; bebas yang bertanggung jawab.
*)Aku tak mau dibelenggu oleh siapa pun. Aku ingin bebas; bebas yang bertanggung jawab.
Sunday, August 5, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 39
*) Pentingnya kita mempelajari sejarah. Itu merupakan sebuah tindakan mulia guna menelaah kearifan masa lalu yang terpendam.
*) Kata-kata punya sayap. Senantiasa memberontak untuk dikunkung. Kata-kata ingin terbang, bebas melintasi jagat.
*) Dalam doa hendaknya kita tidak usah macam-macam memohon ini dan itu. Lebih baik kita berkata saja seperti apa yang dikatakan Sang Guru Yesus, "Aku akan meminum lewat cawan ini, kalau memang itu kehendakMu...."
*) Kata-kata punya sayap. Senantiasa memberontak untuk dikunkung. Kata-kata ingin terbang, bebas melintasi jagat.
*) Dalam doa hendaknya kita tidak usah macam-macam memohon ini dan itu. Lebih baik kita berkata saja seperti apa yang dikatakan Sang Guru Yesus, "Aku akan meminum lewat cawan ini, kalau memang itu kehendakMu...."
Saturday, August 4, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 38
*) Kunci sukses dalam kehidupan terletak pada bagaimana kita melakukan manajemen yang rapi dalam setipa gerak tingkah-laku kita.
*) Diplomasi itu sebuah seni pergaulan yang kelihatannya seolah-olah seperti "kita menjilati pantat orang lain". Tapi sebetulnya bukan begitu. Diplomasi serasi sekali dengan pemeo yang berbunyi, " mengalah bukan berarti kalah, tapi itu sebuah strategi untuk memenangkan sebuah pertarungan".
*) Seniman adalah manusia pinggiran yang mencoba tampil di tengah-tengah untuk menjembatani antara pihak atas dan yang bawah. Panggilan sejatinya adalah menyuarakan ' suara kawan yang tak bersuara' . Kalau hal itu ia tidak menjalaninya dengan kesungguhan hati, maka aku pikir lebih baik ia keluar dari pentas kesenimanan.
*) Pertarungan antara yang jahat dan yang baik senantiasa terjadi di kala bumi masih berputar. Yang jahat tampil dengan gayanya: " serigala berbulu domba", tapi yang baik selalu saja tampil dengan gayanya: " licik seperti ular dan tulus seperti merpati". Pada akhir pertarungan, yang baik selalu menang sebagaimana kita ketahui bersama. Itu bukanlah hal yang baru dalam kehidupan kita..
*) Diplomasi itu sebuah seni pergaulan yang kelihatannya seolah-olah seperti "kita menjilati pantat orang lain". Tapi sebetulnya bukan begitu. Diplomasi serasi sekali dengan pemeo yang berbunyi, " mengalah bukan berarti kalah, tapi itu sebuah strategi untuk memenangkan sebuah pertarungan".
*) Seniman adalah manusia pinggiran yang mencoba tampil di tengah-tengah untuk menjembatani antara pihak atas dan yang bawah. Panggilan sejatinya adalah menyuarakan ' suara kawan yang tak bersuara' . Kalau hal itu ia tidak menjalaninya dengan kesungguhan hati, maka aku pikir lebih baik ia keluar dari pentas kesenimanan.
*) Pertarungan antara yang jahat dan yang baik senantiasa terjadi di kala bumi masih berputar. Yang jahat tampil dengan gayanya: " serigala berbulu domba", tapi yang baik selalu saja tampil dengan gayanya: " licik seperti ular dan tulus seperti merpati". Pada akhir pertarungan, yang baik selalu menang sebagaimana kita ketahui bersama. Itu bukanlah hal yang baru dalam kehidupan kita..
Wednesday, July 25, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 37
*) Kemarahan adalah gunung api.Ia membludak setiap saat.Kita harus pandai-pandai menyalurkannya. Kalau tidak, bisa berabe...
*) Aku ingin sekali tiap saat tampil menjadi jembatan pendamai antara dua pihak yang bertikai, tapi tanpa sadar aku pun kadang terperangkap dalam pertikaian itu, sehingga aku malah memihak salah satu belah pihak...
*) Penyair berumur pendek, dan puisi berumur panjang..Camkanlah itu dalam benakmu, kawan!
*) Aku ingin sekali tiap saat tampil menjadi jembatan pendamai antara dua pihak yang bertikai, tapi tanpa sadar aku pun kadang terperangkap dalam pertikaian itu, sehingga aku malah memihak salah satu belah pihak...
*) Penyair berumur pendek, dan puisi berumur panjang..Camkanlah itu dalam benakmu, kawan!
Tuesday, July 24, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 36
*) Ingat, semakin anda menjadi besar, selalu saja ada orang yang tidak suka terhadap dirimu. Kebencian mereka terhadapmu menunjukkan kekerdilan jiwa yang mereka miliki,tanpa mereka sendiri menyadarinya.
*) Kehidupan kejiwaan kaum borjouis sangat menarik untuk diamati. Mereka merasa terancam jika ada kaum kelas bawah lebih menonjol dari pada diri mereka dalam segala gerak laku kehidupan.
*)Orang yang dulunya rendah hati, dan sekarang tiba-tiba saja menjadi sombong, perlu kita selidiki baik-baik mengapa begitu. Itu merupakan semata-mata sebuah mekanisme pertahanan diri? Sebuah kompensasi yang tidak sehat?
*) Kehidupan kejiwaan kaum borjouis sangat menarik untuk diamati. Mereka merasa terancam jika ada kaum kelas bawah lebih menonjol dari pada diri mereka dalam segala gerak laku kehidupan.
*)Orang yang dulunya rendah hati, dan sekarang tiba-tiba saja menjadi sombong, perlu kita selidiki baik-baik mengapa begitu. Itu merupakan semata-mata sebuah mekanisme pertahanan diri? Sebuah kompensasi yang tidak sehat?
Thursday, July 12, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 35
*) Engkau bermimipi untuk mengubah dunia sekililingmu? Pertama-tama, engkau harus berani memulai merubah dirimu sendiri. Ingat teori "ripple effect".
*) Ingat kata-kata Maun Felizberto Amaral: "Sederhana dalam penampilan, dan cemerlang dalam berpikir.."
*) Kahlil Gibran pernah berkata bahwa penyair adalah raja tanpa mahkota. Dan aku berkata, penyair adalah sarjana tanpa ijasah.
*) Berusahalah fokus kalau anda mau berhasil dalam kehidupan.
*) Ingat kata-kata Maun Felizberto Amaral: "Sederhana dalam penampilan, dan cemerlang dalam berpikir.."
*) Kahlil Gibran pernah berkata bahwa penyair adalah raja tanpa mahkota. Dan aku berkata, penyair adalah sarjana tanpa ijasah.
*) Berusahalah fokus kalau anda mau berhasil dalam kehidupan.
Monday, July 9, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 34
*) Seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bersiap-siap masuk dalam kehidupan rumah tangga, sudah pasti akan memikul tanggungjawab berat. Mereka laksana jembatan yang menghubungkan dua keluarga besar. Harapan kita agar jembatan itu tetap dijaga, menjadi kokoh di masa-masa mendatang..Dengan demikian kedua keluarga besar dengan leluasa akan berjalan kesana kemari, melewati jembatan yang bersangkutan.
Friday, July 6, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 33
*)Gregetan masa kini selalu saja mendorong adanya usaha untuk mencuatkan endapan-endapan rahasia masa lalu ke permukaan publik. Ya, kebenaran selalu saja mencari celah untuk tampil ke permukaan untuk menampilkan gerak tingkahnya...Kita mesti "matan moris, neon nain" terhadap hal ini.
*) Janganlah kita menjadi seperti kata orang Timor; " ema ne'ebe han tiha ema nia bikan, hafoin tiha tee tan fali iha ema nia bikan laran".
*) Seniman (baca: penyair) mengemban tugas profetik. Dia adalah seorang visioner. Dia adalah jembatan antara yang tak terlihat dan yang terlihat.
*) Janganlah kita menjadi seperti kata orang Timor; " ema ne'ebe han tiha ema nia bikan, hafoin tiha tee tan fali iha ema nia bikan laran".
*) Seniman (baca: penyair) mengemban tugas profetik. Dia adalah seorang visioner. Dia adalah jembatan antara yang tak terlihat dan yang terlihat.
Monday, July 2, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 32
*) Tugas seniman, tak lain dan tak bukan, adalah menyimpulkan panorama realitas kehidupan dalam karya-karyanya.
*)Perang antara "yang baik" dan "yang buruk" akan senantiasa berlangsung selagi bumi masih berputar. Yang buruk pada awalnya jaya, tapi akhirnya mengalami kekalahan yang telak.
*)Perang antara "yang baik" dan "yang buruk" akan senantiasa berlangsung selagi bumi masih berputar. Yang buruk pada awalnya jaya, tapi akhirnya mengalami kekalahan yang telak.
Wednesday, June 27, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 31
*) Disiplin! Disiplin! Disiplin-diri adalah harga mati kalau kita mau sukses dan maju dalam hidup kita inia yang penuh dengan hitam dan putih...
*) Tugas seniman hanyalah semata mengingatkan sesamanya bahwa keindahan kehidupan laksana pelangi. Keindahan pelangi itu justru terletak pada warna-warni ceria yang ditawarkan kepada kita di musim hujan....
*) Tugas seniman hanyalah semata mengingatkan sesamanya bahwa keindahan kehidupan laksana pelangi. Keindahan pelangi itu justru terletak pada warna-warni ceria yang ditawarkan kepada kita di musim hujan....
Tuesday, June 26, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 30
*) Andaikata tiap keluarga di TL telah masing-masing bisa mengurus rumah tangganya sendiri, maka beban negara akan menjadi ringan.
*) Keluarga adalah institusi kecil dimana dimulainya pembentukan kepribadian seseorang. Ibarat kita mengendarai mobil, keluarga merupakan gigi 1. Kalau kita berhasil memasukkan gigi 1, maka gigi ke-2 gampang.....
*) Aku ingin sekali terbang tinggi seperti seekor elang (membayang diriku sebagai seorang intelektual di negeri ini). Di angkasalah aku bisa mengamati gerak-laku kehidupan dengan mataku yang tajam secara leluasa.
*) Keluarga adalah institusi kecil dimana dimulainya pembentukan kepribadian seseorang. Ibarat kita mengendarai mobil, keluarga merupakan gigi 1. Kalau kita berhasil memasukkan gigi 1, maka gigi ke-2 gampang.....
*) Aku ingin sekali terbang tinggi seperti seekor elang (membayang diriku sebagai seorang intelektual di negeri ini). Di angkasalah aku bisa mengamati gerak-laku kehidupan dengan mataku yang tajam secara leluasa.
Thursday, June 21, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 29
*) Untuk terjun dalam dunia politik, seseorang butuh kematangan dalam berkiprah. Kalau tidak, yang ada hanya dagelan politik.....
Wednesday, June 13, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 28
*) Cinta mengalahkan segalanya. Sama halnya dengan orang lain, aku pun mempercayai hal ini. Cinta merupakan sebuah tema yang tidak habis-habisnya digarap oleh para seniman dimana pun mereka berada di planet ini. Sebuah tema abadi...
Friday, June 8, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 27
*)Aku merasa aneh dengan fenomena politik di TL saat ini. Banyak partai politik bermunculan. Masing-masing sekarang di masa kampanye untuk pemilu parlamen ini menawarkan program-programnya. Rakyat menjadi bingung, mau pilih partai yang mana sebenarnya.
Dengan bermunculan banyak partai di tanah air saat ini merupakan sebuah barometer bahwa demokrasi telah tumbuh subur di TL?
Dengan bermunculan banyak partai di tanah air saat ini merupakan sebuah barometer bahwa demokrasi telah tumbuh subur di TL?
Monday, May 28, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 26
*) Matahari telah meninggi. Mari kita bangkit. Janganlah kita terlena dalam buaian tidur kita. Kalu bisa, kitalah yang harus bangkit lebih dulu sebelum matahari terbit. Wake up, smell the coffee, kata orang Inggris.....
Wednesday, May 23, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 25
*) Kehidupan penuh dengan hal-hal yang tidak kita harapkan. Kita diminta untuk menerima kenyataan 'pahit' ini dengan segenap hati dan pikiran kita.
*) Aforisma, "manusia merencanakan, tapi Tuhanlah yang menentukan" akan senantiasa relevan sepanjang hayat...
*) Aku merindukan sebuah masyarakat yang pluralis di Timor-Leste. Aku ingin melihat adanya 'pelangi' rasial di bumi Lorosa'e yang harmonis..
*) Aforisma, "manusia merencanakan, tapi Tuhanlah yang menentukan" akan senantiasa relevan sepanjang hayat...
*) Aku merindukan sebuah masyarakat yang pluralis di Timor-Leste. Aku ingin melihat adanya 'pelangi' rasial di bumi Lorosa'e yang harmonis..
Tuesday, May 22, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 24
*) Penyair dan puisinya laksana tetesan air yang jatuh diatas sebuah batu cadas yang keras. Dengan pelan dan pasti, akhirnya tetesan air itu mampu menciptakan sebuah lubang di atas batu cadas itu...
Friday, May 11, 2007
PUISI BULANAN 4- ASLI---laut tak pernah pudar......
laut tak pernah pudar/laut tetap ada/ sepanjang usia
kitalah yang datang silih berganti/
bersaksi di pantai ini/
kadang asli/kadang palsu//
---
11 Mei 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 23
*) Proses penulisan puisi: adanya aksi, dan penyair hanylah bereaksi;
*) Hakekat haiku (puisi Jepang): ibarat kilat menyambar, pancarkan cahaya. Sekejap menghilang, tinggalkan jejak;
*) Kemanusiaan: satu sukma, dalam banyak tubuh; masing-masing berdiri, bernyanyi bersama-sama;
*) Jikalau kau mau melenyapakan sebatang pohon, janganlah sekedar memangkasnya, tapi hendaknya mencabutnya beserta akar-akarnya. (perjuangan politik)
*) Figur RH: figur konsiliator. Kali ini dia menang pemilu presiden TL putaran ke-2 pada tanggal 9-5. Rakyat menghendaki adanya perubahan di negeri ini. Suara rakyat, suara Tuhan.
*) Hakekat haiku (puisi Jepang): ibarat kilat menyambar, pancarkan cahaya. Sekejap menghilang, tinggalkan jejak;
*) Kemanusiaan: satu sukma, dalam banyak tubuh; masing-masing berdiri, bernyanyi bersama-sama;
*) Jikalau kau mau melenyapakan sebatang pohon, janganlah sekedar memangkasnya, tapi hendaknya mencabutnya beserta akar-akarnya. (perjuangan politik)
*) Figur RH: figur konsiliator. Kali ini dia menang pemilu presiden TL putaran ke-2 pada tanggal 9-5. Rakyat menghendaki adanya perubahan di negeri ini. Suara rakyat, suara Tuhan.
Friday, May 4, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 22
*) Penyair hanyalah semata-mata seorang pengingat, yang senantiasa memberi isyarat kepada kita untuk menyaksikan hitam putihnya realitas kehidupan kita dengan seksama.
Wednesday, May 2, 2007
Saturday, April 21, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 20
*) "Know thyself!", itu seruan salah seorang filsuf Yunani. Aku tak tahu jelas siapa dia, entah itu si Plato, Aristoteles atau Socrates.
Pengenalan terhadap diri yang terus menerus akan membantu kita untuk cermat dalam melangkah di lorong kehidupan ini.
Pengenalan terhadap diri yang terus menerus akan membantu kita untuk cermat dalam melangkah di lorong kehidupan ini.
Friday, April 20, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 19
*) Karena cinta-kasih yang begitu mendalam, yang kau ungkapkan dalam hidupmu membuat sebagian orang merasa risih. Mereka menganggap engkau sebagai seseorang yang mendatangkan bahaya bagi mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha, dengan segala macam cara, untuk mengeliminir engkau dari muka bumi. (Aku ingat Yesus, Ghandi, Luther King Jr, Romero, XG, dsb..)
Thursday, April 19, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 18
*) Sedikit banyak kita telah berhutang budi pada sesama kita dalam kehidupan kita yang rapuh ini. Tak mampu kita melunasinya kembali hingga kita kembali menjadi debu.
Wednesday, April 18, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 17
*) Kata-kata tajam, merajam. Goreskan luka. Luka sembuh, itu sudah pasti. Tapi bekas luka akan senantiasa eksis, sebagai tanda peringatan.
Tuesday, April 17, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 16
*) Kata-kata mempunyai daya untuk menyakiti dan menyembukan hati sesama kita. Hati-hatilah dalam mengungkapkannya.
*) Manusia penyair? Siapa dia? Dia adalah manusia 'soliter' yang 'solider'.
*) Manusia penyair? Siapa dia? Dia adalah manusia 'soliter' yang 'solider'.
Monday, April 16, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 15
Allah, Kaulah Alpha
Kaulah Omega
Di tengah-tengah
aku mencoba menyambung hidup
---
April 2007
Friday, April 13, 2007
CATATAN SEORANG PNGEMBARA 14
MESTISU
Isu mestisu alias peranakan lagi-lagi dihembuskan para aktor politik di tanah air.
Kemarin sore di taman depan Kantor Pemerintahan, aku mencoba merenungkannya lagi. Berikut adalah cuplikan renungan itu:
"Sakit rasanya bila aku dicap "mestico sem patria". Darah ibuku menestes di tanah sakral ini ketika aku dilahirkan. Apakah aku tak pantas untuk mengklaim bahwa Timor-Leste adalah tanah tumpah darahku?"
--
*) Alam itu bijak. Ia telah menawarkan falsafah hidup bagi kita. Yang dituntut dari kita adalah menghayati falsafah tersebut dan mengamalkannya dalm hidup kita sehari-hari.
*) Tanggapilah setiap senyuman yang dilontarkan oleh sesamamu itu dengan segala ketulusan hatimu. Dengan demikian, ia akan merasakan adanya ketentraman dalam kehidupan kita ini.
Thursday, April 12, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 13
[Perhitungan suara pemilu presiden TL menunjukkan bahwa dua kandidat: RH dan Lu-Olo sudah memiliki kemungkinan besar untuk berlaga dalam puturan kedua, yang akan diadakan pada tanggal 8 Mei. Kita lihat saja nanti...]
*) Iman, harapan dan cinta kasih adalah kebajikan teologis. Tiga kebajikan ini selalu menjadi tema dalam karya-karya puisiku selama ini. Pernah mantan pacarku semasa dia tinggal di Portugal berkomentar bahwa, " Ha'u haree katak, Abe, o nia poezia sira ne'e la sees hosi tema tolu ne'e: amor, esperansa no fe..".
*) Iman, harapan dan cinta kasih adalah kebajikan teologis. Tiga kebajikan ini selalu menjadi tema dalam karya-karya puisiku selama ini. Pernah mantan pacarku semasa dia tinggal di Portugal berkomentar bahwa, " Ha'u haree katak, Abe, o nia poezia sira ne'e la sees hosi tema tolu ne'e: amor, esperansa no fe..".
Tuesday, April 10, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 12
*) Apa sebetulnya tugas seorang penyair? Dia ditugasakan untuk menyimpulkan realitas kehidupan dalam karya-karya puisinya. Dia adalah seorang pengamat kehidapan yang sangat intensif. Dia dituntut untuk memasang radar kesadarannya selama 24 jam. Sebuah tugas yang tidak ringan. Itulah tantangan hidupnya sebagai seorang "man of letters".
[Pemilu President TL berlangsung aman kemarin. Semoga TL memunculkan seorang figur Presiden yang mampu menata kembali tatanan negara yang telah kacau akibat krisis politik-militer pada tahun lalu.....]
[Pemilu President TL berlangsung aman kemarin. Semoga TL memunculkan seorang figur Presiden yang mampu menata kembali tatanan negara yang telah kacau akibat krisis politik-militer pada tahun lalu.....]
Thursday, April 5, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 11
[Sudah hampir sembilan hari aku tak meng-update blog-ku ini... Kini aku kembali mampir di TT Akait......]
Sebuah puisi berikut tampil sebagai tambahan buat catatan awal pada bulan ini:
---
Sebuah puisi berikut tampil sebagai tambahan buat catatan awal pada bulan ini:
---
KERINGAT & AIR MATA BUNDA
keringat & air mata bunda yang bercucur: pengorbanan
tak berbanding
harapan bunda hanya satu: semoga kita anak-anaknya tidak tampil menjadi malingkundang
----
April 2007
Tuesday, March 27, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 10
[Kembali lagi aku ke TT Akait seperti biasa untuk meng-update blogku.
Ah, aku sangat sedih melihat panorama 'performance' institusi keadilan di bumi Timor-Leste.
Rekomendasi laporan KPI PBB tidak diimplementasikan secara adil.
Kalau keadilan tidak ditegakkan di negeri ini, ini akan menjadi sebuah bom waktu, yang bisa meledak suatu ketika.......]
*) Menjadi seorang cendekiawan/wati laksana menjadi sebatang lilin, yang terang, menembusi kegelapan.
*) Menjadi soerang cendekiawan/wati laksana menjadi garam yang terselip di sela-sela sayur-mayur. Tidak terlihat, tapi terasa.
Monday, March 26, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 9
[Saat ini aku di TT Akait. aku tak punya banyak waktu untuk menulis... Aku harus segera ke kantor. Kini aku terlambat sekali masuk sesudah makan siang...]
*) Kesehatan kita penting. Kita harus memeliharanya dengan baik. Kita tak bisa melakukan sesuatu dengan baik andaikata kesehatan kita buruk.
*) Kesehatan kita penting. Kita harus memeliharanya dengan baik. Kita tak bisa melakukan sesuatu dengan baik andaikata kesehatan kita buruk.
Thursday, March 22, 2007
PUISI BULANAN 3 (ASLI)
DEFINISI PENYAIR
seorang biksu/di padang pasir/mengembara/tanpa jubah/
senantiasa haus/seusai tiap kali meneguk butir-butir air/di pinggir oasis/
perjalanan jauh/ berliku-liku/
perjalanan jauh/ tak berkesudahan//
---
Maret 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 8
[Kini aku kembali ke TT Akait. ...]
*) Kita sangat membutuhkan setiap saat untuk meng-charge baterai batin kita. Itu sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar, agar hidup ini kita jalani dengan sebagaimana mestinya.
*) Kita sangat membutuhkan setiap saat untuk meng-charge baterai batin kita. Itu sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar, agar hidup ini kita jalani dengan sebagaimana mestinya.
Tuesday, March 20, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 7
[Kini aku di TT Akait. Baru hari ini aku kembali meng-upate blog-ku ini dan kedua blog lainnya. Aku tak bisa mengaksesnya di kantor karena diblok oleh pihak IT.
Aku hanya ingin memasukkan catatan perjalanan bertanggal 16-3 pada siang hari ini:
---
16-3-2007
[Ruang Kerja, pukul 7:20 malam.]
[Tiga minggu lebih aku tak menulis “Catatan Seorang Pengembara”. Itu dikarenakan aku memang agak malas dan capek sesudah seharian kerja, dan sikon keamanan tidak memungkinkan aku untuk melakukan hal itu.
Sialan, aku sekarang agak susah untuk akses dengan leluasa ‘blogspot’ku di komputerku sendiri yang baru-baru saja dipasang dari pihak kantor, karena di-block.. Aku terpaksa menggunakan siasat lain untuk mengaksesnya.
Hari ini ulang tahun ke-26 adiku Mundu. Kata adik bungsuku , Bety bahwa Mundu masih keras kepala untuk tidak membeli HP baru setelah dia kehilangan HPnya yang lama. Jadi agak susah untuk menghububunginya. Aku akan menuliskan sebuah email kepadanya saja untuk mengucapkan selamat.
Kerjaku lumayang padat hari ini. Baru saja tadi sekitar pukul 18:30 selesai pertemuan Tim Sertifkasi Pemilu PBB dengan pihak CNE. Aku tempil lumayan mantap.
*) Segala sesuatu akan berakhir suatu ketika. Bersiap-siaplah menghadapi kenyataan yang ada.
*) Kebenaran kenyataan hidup itu menyakitkan. Kita takut pada kebenaran karena ia membeberkan segala sesuatu tanpa pandang bulu.
Thursday, February 22, 2007
PUISI BULANAN 2 [ASLI]
SKETSA POTRET DIRI SEORANG HABAS*)
Tuhan telah membuat sebuah sketsa,
dengan tinta darah keturunan yang kental
Di hadapanku
aku temukan
sebagian wajah Mano Zeca,
Mundo, Zélito, Fendi, Nevio, Eso dan Zebas
Ada sebagian wajah
diarsir tebal
dan ada yang tipis
Tuhan, Engkau Pelukis Agung
Telah Engkau memberi aku hadiah
berupa sebuah sketsa wajah
Terima kasih, Tuhan! Terima kasih!
--
18 Pebruari 2007
*) Habas adalah putraku yang pertama,kelahiran 31-10-2006
POTRET PAGI
air laut surut
langit pagi buram
wajah ibu kota
masih saja muram
duka, tajam menikam
---
18 Pebruari 2007
Tuhan telah membuat sebuah sketsa,
dengan tinta darah keturunan yang kental
Di hadapanku
aku temukan
sebagian wajah Mano Zeca,
Mundo, Zélito, Fendi, Nevio, Eso dan Zebas
Ada sebagian wajah
diarsir tebal
dan ada yang tipis
Tuhan, Engkau Pelukis Agung
Telah Engkau memberi aku hadiah
berupa sebuah sketsa wajah
Terima kasih, Tuhan! Terima kasih!
--
18 Pebruari 2007
*) Habas adalah putraku yang pertama,kelahiran 31-10-2006
POTRET PAGI
air laut surut
langit pagi buram
wajah ibu kota
masih saja muram
duka, tajam menikam
---
18 Pebruari 2007
CATATATAN SEORANG PENGEMBARA 6
[Kini di kantor. Pukul 21:22. Tidak bisa pulang karena sikon keamanan tidak memungkinkan .Tadi malam pun aku tidur saja di kantor. Tadi pagi baru pulang rumah untuk mandi dan segera kembali ke kantor. Untung ada si Lino, si sopir taksii yang biasa aku langganan lewat di depan Obrigado Barracks, sehingga aku ikut numpang taksi itu yang telah ditumpangi dua penumpang perempuan dengan jurusan Tasi Tolu…
Hujan lebat sore tadi dan juga kemarin sore.
Aku bisa lagi akses ke blog-blog-ku. Aku mengetahui hal ini tadi siang. Dengan demikian aku tak perlu harus ke Timor-Telecom untuk habiskan duit dan waktu untuk ber-internet ria.
Banyak bahan yang ingin aku masukkan kedalam “Catatan Seorang Pengembara” malam ini tapi aku putuskan untuk menundanya hingga besok dan lusa karena kini rasa capek sudah memulai menggerogoti.
--
Catatan tadi pagi di Cafetaria, PX, OB [ sekitar pukul 8:56]
*) Perut lapar membuat rakyat mengamuk. Ketiadaan keadilan sosial membuat rakyat marah. Jangan kaget kalau kemudian mereka bertindak brutal, melanggar hukum. Itulah suasana yang dialami TL, terutama di kota Dili saat ini….
---
Tadi siang aku bilang sama João da Silva, Atanasio dan Agostinho bahwa sepak terjangnya para pemimpin Fretilin saat ini ingatkan aku pada semboyan Raja Perancis Louis XIV yang terkenal, “ L’etat c’est moi..” pada waktu sebelum Revolusi Perancis.
Hujan lebat sore tadi dan juga kemarin sore.
Aku bisa lagi akses ke blog-blog-ku. Aku mengetahui hal ini tadi siang. Dengan demikian aku tak perlu harus ke Timor-Telecom untuk habiskan duit dan waktu untuk ber-internet ria.
Banyak bahan yang ingin aku masukkan kedalam “Catatan Seorang Pengembara” malam ini tapi aku putuskan untuk menundanya hingga besok dan lusa karena kini rasa capek sudah memulai menggerogoti.
--
Catatan tadi pagi di Cafetaria, PX, OB [ sekitar pukul 8:56]
*) Perut lapar membuat rakyat mengamuk. Ketiadaan keadilan sosial membuat rakyat marah. Jangan kaget kalau kemudian mereka bertindak brutal, melanggar hukum. Itulah suasana yang dialami TL, terutama di kota Dili saat ini….
---
Tadi siang aku bilang sama João da Silva, Atanasio dan Agostinho bahwa sepak terjangnya para pemimpin Fretilin saat ini ingatkan aku pada semboyan Raja Perancis Louis XIV yang terkenal, “ L’etat c’est moi..” pada waktu sebelum Revolusi Perancis.
Wednesday, February 21, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 5
[Aku berhenti 'update' blog-ku ini sejak akhir pekan lalu karena agak sibuk dengan urusan kerja kantor, dan urusan keluarga...Aku kini di Timor-Telecom, Acait.. Mulai hari ini aku akan sering mampir kesini untuk urusan 'internet' terutama untuk 'meng-'update' blog-blogku dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Tetun. Aku tak bisa lagi mengkasesnya di kantor karena telah di'block' oleh pihak IT.Sialan!....]
*) Kehidupan adalah sebuah cermin. Bila kita tertawa, ia akan tertawa, dan bila kita menangis, ia pun akan menangis.
Friday, February 16, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 4
[Pukul 20:48. Di restoran PX, Obrigado Barracks. Lagi menunggu pesanan makan malam berupa BBQ Pork.
[Sore tadi hujan turun lebat seusai aku ikuti konferensi pers dimana orang nomor 1 di UNMIT, Atul Kahre alias boss-ku bicara, terutama tentang pertemuan DK PBB tentang TL baru-baru ini.
Akhir-akhir ini, setelah aku begitu aktif menulis diblog-ku dalam tiga bahasa:Tetun, Indonesia dan Inggris, aku selalu saja pulang ke rumah antara jam 9 dan 10 malam. Cukup melelahkan secara fisik, namun ada kepuasan secara batin.
Tadi malam aku agak capek sehingga aku tidur lebih awal.
Aku senang sekali menerima emal balasan dari Lia Haryono, seorang teman korespondensi sastra asal Indonesia, yang baru-baru aku kenal lewat internet. Dalam email tersebut, yang tiba tadi sore, dia sertakan sebuah puisi prosa. Menarik untuk disimak, sbb:
“Jika Saja Kau Ada Di Sini “
Selalu saja ada ranting ranting cemara yang berderak patah tiap kali langkahku menyisir selasar hitam putih di tepi taman dekat danau sebelah rumah. Nafas senja yang menghangatkan dan romansa jazzy yang mengalun pelan dalam hati. Luruhan kata kata puitis asmara putih yang terlarung di dalam dada melayang ringan terbawa angin musim basah. Bau kamboja yang bertebaran diantara gemburan tanah merah. Wajah yang memerah dadu dan senyum yang terselip di hamparan rindu. Ah, Sudah terlalu banyak buku yang kubaca tapi tidak satupun kutemukan rumus atau opini yang dapat menyimpulkan rasa yang entahlah selalu tiba tiba saja hadir saat senja di musim seperti ini.
Mahligai biru. Ya biru sebiru matamu yang pendarkan rindu menepis resah yang membatu. Dan pelangi, pelangi yang tidak lagi mejikuhibiniu tapi semuanya memerah jambu saat desah nafas rindumu kutemui dalam untaian huruf huruf limpahan kasih yang suci tanpa berharap akan sesuatu untuk kembali. Suratmu berbicara banyak tentang semua kenangan tahun tahun yang telah lalu dan aku tahu kau menulisnya dengan sedalam dalamnya rasa yang pernah terbentang antara kau dan aku. Dalam gigil malam dimana pernah kita isi dengan hangatnya rasa yang tidak kita mengerti dan tidak bisa kita raba. Mungkin malam tadi kau teringat akanku karena tidurkupun tidak nyenyak malam tadi.
Sentuhanmu masih terasa disini. Di tempat aku duduk sekarang ini sendiri di temani rendezvous seperti aroma therapy yang mendamaikan setiap senti sel sel otakku yang penuh dengan kilasan senyummu. Ah, Jika saja kau ada disini.
february 2007 ]
------
[Sore tadi hujan turun lebat seusai aku ikuti konferensi pers dimana orang nomor 1 di UNMIT, Atul Kahre alias boss-ku bicara, terutama tentang pertemuan DK PBB tentang TL baru-baru ini.
Akhir-akhir ini, setelah aku begitu aktif menulis diblog-ku dalam tiga bahasa:Tetun, Indonesia dan Inggris, aku selalu saja pulang ke rumah antara jam 9 dan 10 malam. Cukup melelahkan secara fisik, namun ada kepuasan secara batin.
Tadi malam aku agak capek sehingga aku tidur lebih awal.
Aku senang sekali menerima emal balasan dari Lia Haryono, seorang teman korespondensi sastra asal Indonesia, yang baru-baru aku kenal lewat internet. Dalam email tersebut, yang tiba tadi sore, dia sertakan sebuah puisi prosa. Menarik untuk disimak, sbb:
“Jika Saja Kau Ada Di Sini “
Selalu saja ada ranting ranting cemara yang berderak patah tiap kali langkahku menyisir selasar hitam putih di tepi taman dekat danau sebelah rumah. Nafas senja yang menghangatkan dan romansa jazzy yang mengalun pelan dalam hati. Luruhan kata kata puitis asmara putih yang terlarung di dalam dada melayang ringan terbawa angin musim basah. Bau kamboja yang bertebaran diantara gemburan tanah merah. Wajah yang memerah dadu dan senyum yang terselip di hamparan rindu. Ah, Sudah terlalu banyak buku yang kubaca tapi tidak satupun kutemukan rumus atau opini yang dapat menyimpulkan rasa yang entahlah selalu tiba tiba saja hadir saat senja di musim seperti ini.
Mahligai biru. Ya biru sebiru matamu yang pendarkan rindu menepis resah yang membatu. Dan pelangi, pelangi yang tidak lagi mejikuhibiniu tapi semuanya memerah jambu saat desah nafas rindumu kutemui dalam untaian huruf huruf limpahan kasih yang suci tanpa berharap akan sesuatu untuk kembali. Suratmu berbicara banyak tentang semua kenangan tahun tahun yang telah lalu dan aku tahu kau menulisnya dengan sedalam dalamnya rasa yang pernah terbentang antara kau dan aku. Dalam gigil malam dimana pernah kita isi dengan hangatnya rasa yang tidak kita mengerti dan tidak bisa kita raba. Mungkin malam tadi kau teringat akanku karena tidurkupun tidak nyenyak malam tadi.
Sentuhanmu masih terasa disini. Di tempat aku duduk sekarang ini sendiri di temani rendezvous seperti aroma therapy yang mendamaikan setiap senti sel sel otakku yang penuh dengan kilasan senyummu. Ah, Jika saja kau ada disini.
february 2007 ]
------
Thursday, February 15, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 3
[Pukul 9:07 pagi. Kantor UNMIT.]
*) Penulis, tak lain tak bukan, adalah si “pemotret jaman”. Seringkali obyek pemotretannya buram.
*) Sejak aku masih duduk di bangku SMA, aku sudah mulai tertarik dengan apa yang dinamakan “pepatah/pepitih/kata mutiara/mutiara kata”. Kebenaran yang dikandung dalam gaya penulisan semacam ini, tak lekas lapuk dimakan jaman..
*) Jangan terburu-buru nafsu untuk menghasilkan sesuatu kalau memang itu belum waktunya. Biarlah dulu, faham?
*) Penulis, tak lain tak bukan, adalah si “pemotret jaman”. Seringkali obyek pemotretannya buram.
*) Sejak aku masih duduk di bangku SMA, aku sudah mulai tertarik dengan apa yang dinamakan “pepatah/pepitih/kata mutiara/mutiara kata”. Kebenaran yang dikandung dalam gaya penulisan semacam ini, tak lekas lapuk dimakan jaman..
*) Jangan terburu-buru nafsu untuk menghasilkan sesuatu kalau memang itu belum waktunya. Biarlah dulu, faham?
PUISI-PUISI PENTAS 1: "SANAK BARAK, SULI BA IDA"
PENGANTAR
Kedua puluh puisi berikut ini merupakan puisi-puisi yang kugunakan dalam pementasan puisi di kota Dili, Timor-Leste pada bulan Mei 2005. Pementasan tersebut merupakani salah satu mata acara dari pementasan seni bersama rekan-rekan seniman lainnya bertemakan “SANAK BARAK SULI BA IDA”, yang artinya “BANYAK CABANG, BERMUARA SATU”.
Semua puisi ini merupakan karya-karya yang belum diterbitkan sebelumnya, kecuali satu puisi. Puisi “Burung Merpati”lah yang telah muncul dalam kumpulan puisiku yang pertama berjudul “Menari Mengelilingi Planet Bumi”, dan diterbitkan di Belanda pada tahun 1995.
Bersama kawan pelukis, Yahya Lambertz, asal Indonesia, aku membacakan puisi-puisi ini dalam tiga bahasa:Indonesia, Tetun dan Inggris. Versi Bahasa Indonesialah dibaca lebih dulu, dengan maksud untuk menciptakan suasana artisitik buat Yayha. Dengan demikian, dia dengan leluasa memainkan kuasnya di atas kanvas, ikuti irama dan gerak batinnya. Dia membuat lukisan abstrak ketika pembacaan dilangsungkan. Sebuah eksperimen yang pertama dalam kehidupan kami sebagai seniman, dan sekaligus sebagai salah satu ‘pentas monumental’. Pementasan itu mendapat sambutan hangat dari para penonton pada waktu itu..
Aku anggap dirikulah si pembicara, dan Yahlahlah sebagai penerjemahku malam itu.
Aku sangat menantikan komentar literer yang kritis atas karya-karyaku ini.
Salam Sastra,
Abé Barreto Soares
Dili, 15 Pebruari 2007
---------------------------------------------------------
1. BURUNG PERDAMAIAN
O, merpati manis, burung perdamaian
dimanakah kau sebenarnya?
O, merpati manis, burung perdamaian
yang mampu terbang sangat meninggi
dimanakah kau sebenarnya telah berada?
Tak tahan lagi aku menantimu
untuk terbang kembali
dan hinggap disini, di atas pohon beringin besar
yang elok berindang ini
dengan sebatang dahan zaitun,
mendekap rapat di paruhmu
O, merpati manis, burung perdamaian
aku begitu tak sabar menunggu
untuk menguping nyanyian Jerusalemmu
yang sangat melodius dan syahdu itu!
---
2003-2005
2. IN MEMORIAM *) SERGIO VIEIRA DE MELLO
sebuah tiang bendera kau tancapkan
di bumi **)lafaek yang kering dan tandus
bendera berkibar
dikipas angin kencang
kau beri hormat
kau mundur
kau menepi
---
2003-2005
*) Bekas kepala Misi PBB di Timor-Leste, UNTAET dari tahun 1999-2002 (almarhum), yang tewas di Irak pada bulan Agustus 2003
**)Buaya (menurut dongeng daratan Timor terbentuk dari seekor buaya).
3. SALIB YANG KAMI PANGGUL
Kami melangkah, memanggul salib
Di tengah jalan, kami jatuh dan jatuh lagi
Di atas Golgota, terang sinar
meringankan beban yang kami pikul
setengah hati
---
2005
4. BAGHDAD TERSAYAT LUKA
Baghdad tersayat luka,
Baghdad rubuh, tak berdaya!
Baghdad lesuh, berlumuran darah!
Luka Baghdad, luka kita bersama!
---
2003-2005
5. TERTANCAP SEBUAH SANGKUR
Tertancap sebuah sangkur!
Malang sang buaya,
tubuh terkapar, mulut berbusa
Mulut sang buaya berkomat-kamit:
“apa salahku?
apa dosaku? ”
---
2002-2005
6. JUBAH PUTIH
jubah putih berdebu
jubah putih bercak darah:
mengantar kurban persembahan
jubah putih kini
dicaci,
jubah putih kini
dicincang,
diinjak
dan dibuang
---
2005
7. LÁGRIMAS DO XANANA (AIR MATA XANANA)
Air mata Xanana
hangat dan kental
Menjelma jadi balsem-balsem
Sembuhkan luka-luka
---
2002
8. PONTE KAIS—PELABUHAN DILI
batu-batu cadas, batu-batu karang
riak-riak ombak, cahaya-cahaya lampu
berebut ucap, nyatakan sikap:
disini aku ada, disini aku eksis
---
2002
9. AKULAH SEBUAH KERIKIL YANG KAU LEMPARKAN
(Meditasi Senja)
“ketika semua dawai kehidupanku akan dimainkan, maka
setiap sentuhan-Mu akan muncul musik cinta.”
Rabindranath Tagore
akulah sebuah kerikil
yang Kau lemparkan, Tuhan
ke dasar kolam yang sejuk bening
aku tenggelam
sekilas tinggalkan riak-riak
perlahan-lahan menepi
mentari senja
pancarkan sinar
mencium bibir kolam
riak-riak ombak
jinak-jinak berbusa
riak-riak ombak
perlahan-lahan
menghilang
---
2002-2005
10.DI ATAS BUKIT-BUKIT TANDUS
salib-salib bercahaya
di bukit-bukit tandus
menetes darah-darah segar,
suburkan tanah-tanah datar
berkuncup tunas-tunas muda
sebarkan merbak-merbak surgawi
---
2005
11.DESEMBER TUJUH LIMA (1)
Dili menggigil
Dili ketakutan
Dili ragu-ragu
menyeret langkah-langkah
susuri jejak-jejak merdeka
---
2002-2005?
12. DESEMBER TUJUH LIMA (2)
martabatku diinjak
martabatku diborgol
aku menatap
dalam gugup
aku berucap
dalam gagap
---
2002-2005?
13. *NICOLAU LOBATO
kegelapan erat memborgol
kegelapan erat membalut
kaulah terang menembus
kaulah terang mendobrak
tegak kami berdiri
tegak kami melangkah
tegak kami menyongsong
semilir segar bayu
---
2003-2005?
*) Pemimpin perlawanan Timor-Leste yang tewas dalam pertempuran
melawan tentara Indonesia pada tahun 1978
14. PÁPA
Papa bukan malaikat. Baju Papa
berlumpur. Papa jatuh tersungkur
pinta
uluran ampun
---
2003-2005?
15. *MANATUTO
manatuto: akarku
kuat menancap
ranting-rantingku subur menjulur
ranting-rantingku sigap melalang,
jajaki sudut-sudut buana
---
2004-2005
*) Nama sebuah distrik di Timor-Leste, tempat kelahiran ayahku.
16. SETEMBRO NEGRO
puing-puing menjulang
puing-puing berserakan
tampilkan saksi-saksi bisu
beberkan kisah-kisah pilu
---
2004-2005
17. LISBON: SEKILAS SKETSA
terik mentari
membakar wajah kota
[rindu dendam
berebut ucap,
berebut cakap,
berebut pentas]
mondar-mandir wisatawan
mencari nikmat
[aku:pemulung fosil-fosil jaman,
aku: warga buana,
melancong tak berujung pangkal]
tak kencang bertiup angin
sejuki wajah kota yang semakin menua
[lorosa’e (baca: timor-lorosa’e] yang hancur lebur
laksana seekor pheonix mengepak-kepak sayap
dari dekapan sisa-sisa abu,
dan terbang lagi,
meninggi
menerobos batas-batas cakrawala]
sore beranjak tiba
seorang bocah cigano
mengamen dengan akordion mungil
meminta belas kasih
anjingnya kurus kering
setia menemani
[ah, mengapa antara “the haves”
dan “haves not”
senantiasa ada jurang pemisah?]
di praça do comercio
tampak ada tertulis di dinding tembok,
“MORTE AO IMPERIALISMO!
CLINTON, GO HOME!
[rupanya Pam Sam
dan tetek bengeknya
tak mendapat tempat disini]
fado beralun, sayup-sayup terdengar
dari mulut wanita setengah baya, bergigi ompong
menyambut senja,
sebentar lagi turun
selimuti
wajah kota
----
2000-2005
18. AKULAH GEMBALA, KAULAH KAWANAN DOMBA
akulah gembala
kaulah kawanan domba
letihmu menikam
letihmu merajam
disini aku menunggumu mampir
disini aku menunggumu
eluskan letihmu yang berkumat
---
2005
19. DIAMKU
diamku ditafsir
seribu maksud
diamku
semata isyarat protes:
aku tak mau dibelenggu
---
2005
20. ERNESTO “CHE” GUEVARA
kejora Latina
berpijar di waktu subuh
terangi tapak-tapak
---
1997-2005
------
---------------------------------------------------------
1. BURUNG PERDAMAIAN
O, merpati manis, burung perdamaian
dimanakah kau sebenarnya?
O, merpati manis, burung perdamaian
yang mampu terbang sangat meninggi
dimanakah kau sebenarnya telah berada?
Tak tahan lagi aku menantimu
untuk terbang kembali
dan hinggap disini, di atas pohon beringin besar
yang elok berindang ini
dengan sebatang dahan zaitun,
mendekap rapat di paruhmu
O, merpati manis, burung perdamaian
aku begitu tak sabar menunggu
untuk menguping nyanyian Jerusalemmu
yang sangat melodius dan syahdu itu!
---
2003-2005
2. IN MEMORIAM *) SERGIO VIEIRA DE MELLO
sebuah tiang bendera kau tancapkan
di bumi **)lafaek yang kering dan tandus
bendera berkibar
dikipas angin kencang
kau beri hormat
kau mundur
kau menepi
---
2003-2005
*) Bekas kepala Misi PBB di Timor-Leste, UNTAET dari tahun 1999-2002 (almarhum), yang tewas di Irak pada bulan Agustus 2003
**)Buaya (menurut dongeng daratan Timor terbentuk dari seekor buaya).
3. SALIB YANG KAMI PANGGUL
Kami melangkah, memanggul salib
Di tengah jalan, kami jatuh dan jatuh lagi
Di atas Golgota, terang sinar
meringankan beban yang kami pikul
setengah hati
---
2005
4. BAGHDAD TERSAYAT LUKA
Baghdad tersayat luka,
Baghdad rubuh, tak berdaya!
Baghdad lesuh, berlumuran darah!
Luka Baghdad, luka kita bersama!
---
2003-2005
5. TERTANCAP SEBUAH SANGKUR
Tertancap sebuah sangkur!
Malang sang buaya,
tubuh terkapar, mulut berbusa
Mulut sang buaya berkomat-kamit:
“apa salahku?
apa dosaku? ”
---
2002-2005
6. JUBAH PUTIH
jubah putih berdebu
jubah putih bercak darah:
mengantar kurban persembahan
jubah putih kini
dicaci,
jubah putih kini
dicincang,
diinjak
dan dibuang
---
2005
7. LÁGRIMAS DO XANANA (AIR MATA XANANA)
Air mata Xanana
hangat dan kental
Menjelma jadi balsem-balsem
Sembuhkan luka-luka
---
2002
8. PONTE KAIS—PELABUHAN DILI
batu-batu cadas, batu-batu karang
riak-riak ombak, cahaya-cahaya lampu
berebut ucap, nyatakan sikap:
disini aku ada, disini aku eksis
---
2002
9. AKULAH SEBUAH KERIKIL YANG KAU LEMPARKAN
(Meditasi Senja)
“ketika semua dawai kehidupanku akan dimainkan, maka
setiap sentuhan-Mu akan muncul musik cinta.”
Rabindranath Tagore
akulah sebuah kerikil
yang Kau lemparkan, Tuhan
ke dasar kolam yang sejuk bening
aku tenggelam
sekilas tinggalkan riak-riak
perlahan-lahan menepi
mentari senja
pancarkan sinar
mencium bibir kolam
riak-riak ombak
jinak-jinak berbusa
riak-riak ombak
perlahan-lahan
menghilang
---
2002-2005
10.DI ATAS BUKIT-BUKIT TANDUS
salib-salib bercahaya
di bukit-bukit tandus
menetes darah-darah segar,
suburkan tanah-tanah datar
berkuncup tunas-tunas muda
sebarkan merbak-merbak surgawi
---
2005
11.DESEMBER TUJUH LIMA (1)
Dili menggigil
Dili ketakutan
Dili ragu-ragu
menyeret langkah-langkah
susuri jejak-jejak merdeka
---
2002-2005?
12. DESEMBER TUJUH LIMA (2)
martabatku diinjak
martabatku diborgol
aku menatap
dalam gugup
aku berucap
dalam gagap
---
2002-2005?
13. *NICOLAU LOBATO
kegelapan erat memborgol
kegelapan erat membalut
kaulah terang menembus
kaulah terang mendobrak
tegak kami berdiri
tegak kami melangkah
tegak kami menyongsong
semilir segar bayu
---
2003-2005?
*) Pemimpin perlawanan Timor-Leste yang tewas dalam pertempuran
melawan tentara Indonesia pada tahun 1978
14. PÁPA
Papa bukan malaikat. Baju Papa
berlumpur. Papa jatuh tersungkur
pinta
uluran ampun
---
2003-2005?
15. *MANATUTO
manatuto: akarku
kuat menancap
ranting-rantingku subur menjulur
ranting-rantingku sigap melalang,
jajaki sudut-sudut buana
---
2004-2005
*) Nama sebuah distrik di Timor-Leste, tempat kelahiran ayahku.
16. SETEMBRO NEGRO
puing-puing menjulang
puing-puing berserakan
tampilkan saksi-saksi bisu
beberkan kisah-kisah pilu
---
2004-2005
17. LISBON: SEKILAS SKETSA
terik mentari
membakar wajah kota
[rindu dendam
berebut ucap,
berebut cakap,
berebut pentas]
mondar-mandir wisatawan
mencari nikmat
[aku:pemulung fosil-fosil jaman,
aku: warga buana,
melancong tak berujung pangkal]
tak kencang bertiup angin
sejuki wajah kota yang semakin menua
[lorosa’e (baca: timor-lorosa’e] yang hancur lebur
laksana seekor pheonix mengepak-kepak sayap
dari dekapan sisa-sisa abu,
dan terbang lagi,
meninggi
menerobos batas-batas cakrawala]
sore beranjak tiba
seorang bocah cigano
mengamen dengan akordion mungil
meminta belas kasih
anjingnya kurus kering
setia menemani
[ah, mengapa antara “the haves”
dan “haves not”
senantiasa ada jurang pemisah?]
di praça do comercio
tampak ada tertulis di dinding tembok,
“MORTE AO IMPERIALISMO!
CLINTON, GO HOME!
[rupanya Pam Sam
dan tetek bengeknya
tak mendapat tempat disini]
fado beralun, sayup-sayup terdengar
dari mulut wanita setengah baya, bergigi ompong
menyambut senja,
sebentar lagi turun
selimuti
wajah kota
----
2000-2005
18. AKULAH GEMBALA, KAULAH KAWANAN DOMBA
akulah gembala
kaulah kawanan domba
letihmu menikam
letihmu merajam
disini aku menunggumu mampir
disini aku menunggumu
eluskan letihmu yang berkumat
---
2005
19. DIAMKU
diamku ditafsir
seribu maksud
diamku
semata isyarat protes:
aku tak mau dibelenggu
---
2005
20. ERNESTO “CHE” GUEVARA
kejora Latina
berpijar di waktu subuh
terangi tapak-tapak
---
1997-2005
------
Wednesday, February 14, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 2
[Dalam perjalanan pulang dari tepi pantai—Fatuhada, Marconi, dan Kampung Alor tadi pagi sekitar pukul 7:27, seusai melakukan ‘meditasi’ ringan……]
*) Di tangan para penyair, lahirlah karya-karya kreatif.
[Ketika hampir tiba kembali di rumah, sekitar pukul 7:41…….]
*) Selalu saja ada orang yang memperhatikan segala gerak-gerik kita. Maka dari itu, kita diminta untuk berhati-hati dalam bertingkah dan berlaku.
---
[Pukul 20:44 kini , di ruang kantor baru.]
[-Hari Valentine dirayakan secara khusus? Di kamusku, tiap hari adalah ‘Hari Valentine.' Ya, aku memang agak sinis terhadap hal ini..Aku tak mau ikut larut dalam ‘euforia peringatan’ yang tak ada substansi sama sekali.
-Aku dan rekan-rekan kerja dalam unit terjemahan, pindah lagi tadi sore dari ruang K-4 2,3 ke K-5. Terakhir kali kami pindah dari tempat kami masing-masing yakni pada tanggal 25-1. Aku enggan pindah. Tapi apa mau dikata, aku terpaksa ikut arus atasan.
Sore tadi aku keasyikan membaca ‘blogspot’nya si penulis Indonesia, Kurnia Effendi. Banyak hal yang kupetik disitu demi pengembangan kreatifitasku sebagai seorang pengembara di jagat sastra.
Aku banyak memetik manfaat dalam menyelami kesastraan Indonesia. Aku ingin sekali bekerja sama lebih jauh dengan para pengarang negeri tersebut. Semoga semangat untuk melakukan hal ini tidak hanya sekedar ‘panas-panas tai ayam’. ]
---
Tuesday, February 13, 2007
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 1
[Pukul 8:45 pagi di kantor Unit Terjemahan/UNMIT.]
[Timor-Leste masih belum pulih total dari krisis politik-militer. Anggota keluargaku terpakasa harus menggungsi lagi dari tempat tinggal mereka di Usindu III karena mereka dalam keadaan terancam. Mereka menggungsi ke Delta I sejak hari Minggu, 11-2 sore.
Entah sampai kapan orang Timor-Leste, terutama yang bertempat tinggal di Dili, ibu kota akan hidup dalam keadaan yang tidak menentu?
Semoga catatan harian awal lewat ‘cyberspace’ ini tampil sebagai motor penggerak untuk memunculkan catatan-catatan lagi ( paling tidak, secara teratur) di hari-hari mendatang.]
[Timor-Leste masih belum pulih total dari krisis politik-militer. Anggota keluargaku terpakasa harus menggungsi lagi dari tempat tinggal mereka di Usindu III karena mereka dalam keadaan terancam. Mereka menggungsi ke Delta I sejak hari Minggu, 11-2 sore.
Entah sampai kapan orang Timor-Leste, terutama yang bertempat tinggal di Dili, ibu kota akan hidup dalam keadaan yang tidak menentu?
Semoga catatan harian awal lewat ‘cyberspace’ ini tampil sebagai motor penggerak untuk memunculkan catatan-catatan lagi ( paling tidak, secara teratur) di hari-hari mendatang.]
Wednesday, February 7, 2007
KORESPONDENSI SASTRA II
Pengantar
Kukirim puisiku berjudul “Kematian” berikut ini tadi malam, sebagai tanggapan atas kiriman puisi kawan penyair Indonesia, Selma Hayati pada siang hari, tanggal 2-2-2007 (ia sudah lama tinggal di Timor-Leste) lewat SMS sbb: ZIARAH/mengalirlah doa-doa/dalam kekhusyukan/mengantar yang hilang/ menjadi hilang// [ 11:45:18/02-02-2007]
Dia menyambut dengan puisinya yang berjudul “Kematian” pula.
Kukirim puisiku berjudul “Kematian” berikut ini tadi malam, sebagai tanggapan atas kiriman puisi kawan penyair Indonesia, Selma Hayati pada siang hari, tanggal 2-2-2007 (ia sudah lama tinggal di Timor-Leste) lewat SMS sbb: ZIARAH/mengalirlah doa-doa/dalam kekhusyukan/mengantar yang hilang/ menjadi hilang// [ 11:45:18/02-02-2007]
Dia menyambut dengan puisinya yang berjudul “Kematian” pula.
Salam Sastra,
ABS
Dili, 7 Pebruari 2007
----
ABS: KEMATIAN/jangan cucurkan air mata/aku tak pergi/tetap disini/bersama kalian/menggantungkan cita-cita// [21:40:11/06-2-2007]
SH: KEMATIAN/ia akan dtg sekali/menyapa/membawa pergi/tanpa salam pada matahari/pergi// [21: 52:04/06-02-2007]
ABS
Dili, 7 Pebruari 2007
----
ABS: KEMATIAN/jangan cucurkan air mata/aku tak pergi/tetap disini/bersama kalian/menggantungkan cita-cita// [21:40:11/06-2-2007]
SH: KEMATIAN/ia akan dtg sekali/menyapa/membawa pergi/tanpa salam pada matahari/pergi// [21: 52:04/06-02-2007]
PUISI UNTUK ANTOLOGI (TIGA BAHASA) 1
Pengantar
Ketiga puisi berikut,yang tampil dalam tiga bahasa: Tetun, Indonesia dan Inggris ini telah diikutsertakan dalam naskah untuk antologi puisi Wordstorm, dan akan diterbitkan di Australia tahun ini. Aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia.
Wassalam,
ABS
Ketiga puisi berikut,yang tampil dalam tiga bahasa: Tetun, Indonesia dan Inggris ini telah diikutsertakan dalam naskah untuk antologi puisi Wordstorm, dan akan diterbitkan di Australia tahun ini. Aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia.
Wassalam,
ABS
Dili, 7 Pebruari 2007
------------
BURAS ROHAN LAEK
Buat hotu sei rahun
Buat hotu sei nakfera
Buat hotu sei sai uut
Dubun foun sei mosu, haburas rai tetuk
Ita sei hamulak
Ita sei hananu knananuk bei ala
Ita sei tebe
Ita sei bidu
hadulas fatuk uma lulik
Biti boot sei nahe
Ita hotu sei tuur
Ita fuan sei mamar
Ita ulun sei malirin
Haklaken lia loos
Haktuir lia naksalak
K’solok domin sei mosu
K’manek dame sei matak
Buras no buras
Buras rohan laek
--
2006
FLOURISH EVERLASTINGLY
Everything will be crushed
Everything will be broken
Everything will become dusty
New buds will appear, flourishing the flat land
We will pray
We will sing the songs of ancestors
We will tebe*)
We will bidu**)
Circling the stones of the sacred house
A big mat will be spread out
We all will sit down
Our hearts will be soft
Our heads will be cool
Telling the truth
Recounting the wrong doings
The happiness of love will appear
The beauty of peace will be green
Flourish and flourish
Flourish everlastingly
--
June 2006
*) Tebe is a Timorese dance, usually performed by men and women in a circle by holding hands.
**)Bidu is another traditional Timorese dance, usually performed by men.
SUBUR TANPA AKHIR
Segalanya akan hancur
Segalanya akan pecah
Segalanya akan menjadi debu
Tunas baru akan muncul, suburkan tanah datar
Kita akan memohon
Kita akan menyanyikan nyanyian nenek moyang
Kita akan tebe*)
Kita akan bidu**)
Mengitari batu-batu rumah adat
Tikar besar akan digelarkan
Kita semua akan duduk
Kepala kita akan dingin
Hati kita akan mencair
Beberkan kebenaran
Tuturkan kesalahan
Kebahagiaan kasih akan muncul
Keindahan damai akan menghijau
Subur dan subur
Subur tanpa akhir
---
2006
*)Tebe adalah sebuah tarian tradisional Timor-Leste, yang biasanya dipagelarkan oleh kaum lelaki dan perempuan dalam bentuk lingkaran, dengan saling memegang tangan
**) Bidu adalah sebuah tarian tradisionnal Timor-Leste yang lain, yang biasanya dipagelarkan oleh kaum lelaki.
LIAN POVU NIAN
Lian Maromak, lian lulik na’in, hori uluk hori otas kedas
Keta koko, keta tahan, keta halimar
Lian povu nian, lian halerik, lian hamulak
Lian kro’at, halo mundu hakfodak
Lian povu nian, lian lulik na’in, lian kbiit tomak, sobu laran metan,
harahun laran fo’er
---
2006
THE VOICE OF THE PEOPLE
It is the voice of God, a sacred voice from time immemorial
Don’t ever test, don’t ever stop, and don’t ever play with it
The voice of the people is a crying voice, a praying voice
It is a sharp voice, surprising the universe
The voice of the people, a sacred voice, a powerful voice, crushing the impure hearts, smashing the dishonest hearts
---
2006
SUARA RAKYAT
Suara Tuhan, suara sakral sejak dari dahulu kala
Jangan coba-coba menantangnya, menahannya, dan jangan main-main
Suara rakyat, suara yang menjerit, suara yang memohon
Sebuah suara yang tajam, mengejutkan buana
Suara rakyat, suara sakral, suara dahsyat, merombak hati yang busuk,
menghancurkan hati yang kotor
---
2006
HA’U NU’UDAR FATUK KI’IK IDA NE’EBÉ ITA BO’OT TUDA BA IHA KOLAN LARAN
(Meditasaun Rai Nakaras Nian)
“wainhira moris nia instrumentu múzikal tomak sei atu toka, maka Ita Bo’ot nia liman mós sei atu hamosu knananuk domin nian.”
Rabindranath Tagore
Na’i, ha’u nu’udar fatuk ki’ik ida ne’ebé Ita bo’ot tuda ba iha bee kolan moos furak ida
No ha’u mout ba bee kidun
Teki-tekis husik hela laloran ki’ik, neneik-neneik hakbesik ba kolan ninin
Loro-matan nakaras
haklaken nia nabilan,
re’i bee kolan nia ibun kulit
Laloran ki’ik, ho maus hamosu furin
Laloran ki’ik, neneik-neneik halakon sira-nia an
---
2002-2005
I AM A PEBBLE THAT YOU THROW INTO THE POND
(An Evening Meditation)
“when all of the musical strings of my life will be played, then every touch of Yours will create the music of love.”
Rabindranath Tagore
Lord, I am a pebble that you throw into
a freshly transparent pond
And I am sinking
Soon leaving behind the ripple of waves, slowly moving to the edge
The evening sun
Shinning its lights, kissing the lips of the pond
The ripple of waves, gently foaming
The ripple of waves, slowly disappearing
---
2002-2005
AKULAH SEBUAH KERIKIL YANG KAU LEMPARKAN KE DALAM KOLAM
(Meditasi Senja)
“ketika semua dawai kehidupanku akan dimainkan, maka
setiap sentuhan-Mu akan muncul musik cinta.”
Rabindranath Tagore
Tuhan, akulah sebuah kerikil yang Kau lemparkan
ke dasar sebuah kolam yang sejuk bening
Dan aku tenggelam
Sekilas tinggalkan riak-riak ombak, perlahan-lahan menepi
Mentari senja
pancarkan sinar, mencium bibir kolam
Riak-riak ombak, jinak-jinak berbusa
Riak-riak ombak, perlahan-lahan menghilang
---
2002-2005
Buat hotu sei rahun
Buat hotu sei nakfera
Buat hotu sei sai uut
Dubun foun sei mosu, haburas rai tetuk
Ita sei hamulak
Ita sei hananu knananuk bei ala
Ita sei tebe
Ita sei bidu
hadulas fatuk uma lulik
Biti boot sei nahe
Ita hotu sei tuur
Ita fuan sei mamar
Ita ulun sei malirin
Haklaken lia loos
Haktuir lia naksalak
K’solok domin sei mosu
K’manek dame sei matak
Buras no buras
Buras rohan laek
--
2006
FLOURISH EVERLASTINGLY
Everything will be crushed
Everything will be broken
Everything will become dusty
New buds will appear, flourishing the flat land
We will pray
We will sing the songs of ancestors
We will tebe*)
We will bidu**)
Circling the stones of the sacred house
A big mat will be spread out
We all will sit down
Our hearts will be soft
Our heads will be cool
Telling the truth
Recounting the wrong doings
The happiness of love will appear
The beauty of peace will be green
Flourish and flourish
Flourish everlastingly
--
June 2006
*) Tebe is a Timorese dance, usually performed by men and women in a circle by holding hands.
**)Bidu is another traditional Timorese dance, usually performed by men.
SUBUR TANPA AKHIR
Segalanya akan hancur
Segalanya akan pecah
Segalanya akan menjadi debu
Tunas baru akan muncul, suburkan tanah datar
Kita akan memohon
Kita akan menyanyikan nyanyian nenek moyang
Kita akan tebe*)
Kita akan bidu**)
Mengitari batu-batu rumah adat
Tikar besar akan digelarkan
Kita semua akan duduk
Kepala kita akan dingin
Hati kita akan mencair
Beberkan kebenaran
Tuturkan kesalahan
Kebahagiaan kasih akan muncul
Keindahan damai akan menghijau
Subur dan subur
Subur tanpa akhir
---
2006
*)Tebe adalah sebuah tarian tradisional Timor-Leste, yang biasanya dipagelarkan oleh kaum lelaki dan perempuan dalam bentuk lingkaran, dengan saling memegang tangan
**) Bidu adalah sebuah tarian tradisionnal Timor-Leste yang lain, yang biasanya dipagelarkan oleh kaum lelaki.
LIAN POVU NIAN
Lian Maromak, lian lulik na’in, hori uluk hori otas kedas
Keta koko, keta tahan, keta halimar
Lian povu nian, lian halerik, lian hamulak
Lian kro’at, halo mundu hakfodak
Lian povu nian, lian lulik na’in, lian kbiit tomak, sobu laran metan,
harahun laran fo’er
---
2006
THE VOICE OF THE PEOPLE
It is the voice of God, a sacred voice from time immemorial
Don’t ever test, don’t ever stop, and don’t ever play with it
The voice of the people is a crying voice, a praying voice
It is a sharp voice, surprising the universe
The voice of the people, a sacred voice, a powerful voice, crushing the impure hearts, smashing the dishonest hearts
---
2006
SUARA RAKYAT
Suara Tuhan, suara sakral sejak dari dahulu kala
Jangan coba-coba menantangnya, menahannya, dan jangan main-main
Suara rakyat, suara yang menjerit, suara yang memohon
Sebuah suara yang tajam, mengejutkan buana
Suara rakyat, suara sakral, suara dahsyat, merombak hati yang busuk,
menghancurkan hati yang kotor
---
2006
HA’U NU’UDAR FATUK KI’IK IDA NE’EBÉ ITA BO’OT TUDA BA IHA KOLAN LARAN
(Meditasaun Rai Nakaras Nian)
“wainhira moris nia instrumentu múzikal tomak sei atu toka, maka Ita Bo’ot nia liman mós sei atu hamosu knananuk domin nian.”
Rabindranath Tagore
Na’i, ha’u nu’udar fatuk ki’ik ida ne’ebé Ita bo’ot tuda ba iha bee kolan moos furak ida
No ha’u mout ba bee kidun
Teki-tekis husik hela laloran ki’ik, neneik-neneik hakbesik ba kolan ninin
Loro-matan nakaras
haklaken nia nabilan,
re’i bee kolan nia ibun kulit
Laloran ki’ik, ho maus hamosu furin
Laloran ki’ik, neneik-neneik halakon sira-nia an
---
2002-2005
I AM A PEBBLE THAT YOU THROW INTO THE POND
(An Evening Meditation)
“when all of the musical strings of my life will be played, then every touch of Yours will create the music of love.”
Rabindranath Tagore
Lord, I am a pebble that you throw into
a freshly transparent pond
And I am sinking
Soon leaving behind the ripple of waves, slowly moving to the edge
The evening sun
Shinning its lights, kissing the lips of the pond
The ripple of waves, gently foaming
The ripple of waves, slowly disappearing
---
2002-2005
AKULAH SEBUAH KERIKIL YANG KAU LEMPARKAN KE DALAM KOLAM
(Meditasi Senja)
“ketika semua dawai kehidupanku akan dimainkan, maka
setiap sentuhan-Mu akan muncul musik cinta.”
Rabindranath Tagore
Tuhan, akulah sebuah kerikil yang Kau lemparkan
ke dasar sebuah kolam yang sejuk bening
Dan aku tenggelam
Sekilas tinggalkan riak-riak ombak, perlahan-lahan menepi
Mentari senja
pancarkan sinar, mencium bibir kolam
Riak-riak ombak, jinak-jinak berbusa
Riak-riak ombak, perlahan-lahan menghilang
---
2002-2005
KORESPONDENSI SASTRA I
Pengantar
Acap kali aku berkorespondensi dengan kawan-kawan pencinta sastra, terutama pencinta puisi lewat SMS dan email.
Sebuah keasyikan tersendiri dalam bersastra. Aku peroleh apresiasi dan komentar yang kritis, dan tajam dari kawan-kawan tersebut. Hal itu membuat aku lebih bergairah untuk terus berkeliaran di jagat sastra.
Berikut adalah korespondensi lewat SMS dengan Zinha Viegas (ZV), seorang kawan Timor yang gandrung pada puisi (kami sudah banyak kali ber-SMS di masa-masa yang lalu) tadi malam [ketika lampu listrik padam].
Wassalam,
ABS
Acap kali aku berkorespondensi dengan kawan-kawan pencinta sastra, terutama pencinta puisi lewat SMS dan email.
Sebuah keasyikan tersendiri dalam bersastra. Aku peroleh apresiasi dan komentar yang kritis, dan tajam dari kawan-kawan tersebut. Hal itu membuat aku lebih bergairah untuk terus berkeliaran di jagat sastra.
Berikut adalah korespondensi lewat SMS dengan Zinha Viegas (ZV), seorang kawan Timor yang gandrung pada puisi (kami sudah banyak kali ber-SMS di masa-masa yang lalu) tadi malam [ketika lampu listrik padam].
Wassalam,
ABS
Dili, 7 Pebruari 2007
----
ABS: KEMATIAN/jangan cucurkan air mata/aku tak pergi/tetap disini/bersama kalian/menggantungkan cita-cita// [21:55:11/06-2-2007]
ZV:semoga kematian/tak memudarkan semangat/bagi yang ditinggalkan/p’jalanan panjang penuh liku/meraih cita luhur anak bangsa// [21:49:57/06-2-2007]
ABS: Tajam penafsirannya lewat puisi yang juga kuat. Tanx.// [22:44:19/06-02-2007]
ZV: Thanks jg my Dear, smg aku tdk k’hilangan total semangat buat bangkit. Realita Negeri terasa tajam menikam! Entah smp kpn keadilan dan kedamaian bersemi lg di Negeri yag porak poranda dan tak b-tuan ini?!? [22:15:55/06-02-2007]
ABS: Ya, nasib bangsa yang berduka karena luka. Adalah luka kita bersama. Yakinlah prima bahwa dgn segala daya yang kumiliki akan kuberikan semangat tk berjuang. Pasti di ujung terowongan akan ada sinar. [22:29:10/06-02-2007]
*****
----
ABS: KEMATIAN/jangan cucurkan air mata/aku tak pergi/tetap disini/bersama kalian/menggantungkan cita-cita// [21:55:11/06-2-2007]
ZV:semoga kematian/tak memudarkan semangat/bagi yang ditinggalkan/p’jalanan panjang penuh liku/meraih cita luhur anak bangsa// [21:49:57/06-2-2007]
ABS: Tajam penafsirannya lewat puisi yang juga kuat. Tanx.// [22:44:19/06-02-2007]
ZV: Thanks jg my Dear, smg aku tdk k’hilangan total semangat buat bangkit. Realita Negeri terasa tajam menikam! Entah smp kpn keadilan dan kedamaian bersemi lg di Negeri yag porak poranda dan tak b-tuan ini?!? [22:15:55/06-02-2007]
ABS: Ya, nasib bangsa yang berduka karena luka. Adalah luka kita bersama. Yakinlah prima bahwa dgn segala daya yang kumiliki akan kuberikan semangat tk berjuang. Pasti di ujung terowongan akan ada sinar. [22:29:10/06-02-2007]
*****
PUISI BULANAN 1 [ASLI]
KEMATIAN
Jangan cucurkan air mata/
Aku tak pergi/
Tetap disini/
Bersama kalian/
Menggantungkan cita-cita/
---
Pebruari 2007
Jangan cucurkan air mata/
Aku tak pergi/
Tetap disini/
Bersama kalian/
Menggantungkan cita-cita/
---
Pebruari 2007
Monday, January 22, 2007
PENGANTAR
Disini, di tempat ini, kita bertemu, bertukar pikiran, membagi rasa.
Disini, di tempat ini, kita merajut mimpi.
Disini, di tempat ini, bersama kita menyambut mata hari.
Dili, 7 Pebruari 2007
Salam,
ABE BARRETO SOARES
Disini, di tempat ini, kita merajut mimpi.
Disini, di tempat ini, bersama kita menyambut mata hari.
Dili, 7 Pebruari 2007
Salam,
ABE BARRETO SOARES
Subscribe to:
Posts (Atom)

